Rabu, 27 Agustus 2014

PUISI - Kesalahan Cintaku

KESALAHAN CINTAKU

Terlintas dibenakku
Tuk mundur dari perjuangan cintaku
Seakan aku tak sanggup lagi
Mengejar cinta yang pastinya bukan untukku

Menyerah...
Bukan itu maksudku
Namun...
Aku tak ingin banyak hati yang terluka
Karena kesalahan cintaku ini

Mungkin aku payah...
Berhenti dari pengejaran cintaku
yang hampir ku raih
dan merelakannya untuk orang lain

Sadarku...
yang membuat aku berhenti
Karena aku sadar...
Aku tak pantas untuknya

Dan...
Lebih baik aku memendamnya saja
Memendam perasaan yang tak seharusnya terjadi

Jumat, 18 Juli 2014

Cerpen - MIMPI YANG TERTUNDA

Mimpi yang Tertunda
Karya : Sri Wahyuni
Kelas : IX.Utama
    Terkadang dalam menuntut ilmu itu, banyak sekali rintangan yang mesti kita lalui. Entalah, rintangan itu mudah atau sulit, rintangan itu kadang datang dari keluarga ataupun di sekolah. Terkadang rintangan itu sangat sulit untuk kita lalui, sehingga kita berputus asa dan akhirnya mimpi yang ingin kita meraihnya tertunda. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing, bagaimana cara tuk bisa menghadapi semua yang terjadi pada diri kita.
***
    Pagi ini, matahari bersinar cerah, burung-burung berkicau dengan merdu mengawali hari Naura. Ya, hari ini adalah hari pertama sekolah setelah liburan. Naura berangkat ke sekolah dengan riang gembira. Naura adalah salah satu siswi kelas I SMP Negeri 2 Majauleng. Dia berangkat dengan jalan kaki sendirian. Tak lama kemudian, sampailah dia di kelasnya.
    Bel sekolah berbunyi, bertanda semua warga sekolah masuk ke kelasnya masing-masing. Naura pun masuk ke kelasnya, dia memilih duduk dibangku urutan ketiga dari depan bagian kanan dekat jendelah sebangku dengan Rara, sahabatnya. Kelihatannya, Naura sangat senang karena dia mempunyai kenalan baru, itu karena pergeseran kelas yang lalu. Naura sangat bersyukur karena dia dapat memasuki kelas VII.Utama. Walaupun dia tidak mendapat peringkat sepuluh besar umum, tapi dia tidak mau berputus asa. Di depannya ada Laras dan Dinda dari kelas VII.3, dan dibelakang ada Fara dari kelas VII.2 dan Indah dari kelas VII.3. mereka semua terlihat akrab.
    Tak terasa ulangan kenaikan kelas pun tiba, Naura pun lebih rajin belajar agar ia dapat memasuki peringkat sepuluh besar umum. Usahanya pun tidak sia-sia, karena pada saat pembagian rapor, Naura menempati peringkat 7 besar umum. Naura sangat senang dan tak lupa ia bersyukur kepada Allah SWT. Namun, kebahagiaan Naura seakan hilang begitu saja setelah mendengar pengumuman bahwa Dinda, sahabatnya pindah kelas yang digeser oleh siswa dari VII.1 yaitu Salsah, Sisil, dan Karin. Bukan hanya Dinda saja yang pindah kelas, namun, Santi, Andi, dan Heri pun ikut pindah. Naura pun hanya bisa memberikan semangat pada Dinda.
“sabar ya Din, mungkin ini hanya cobaan buat kamu. Biar nanti kamu bisa belajar lebih giat dari sebelumnya. Aku yakin semester nanti kamu pasti bisa masuk utama lagi, percaya deh sama aku”hibur Naura
“hiks...hiks..,”Dinda hanya menangis dipelukan Nesta, sahabatnya dan Naura. Sepertinya dia belum bisa menerima kenyataan pahit ini.
“sabar ya Din,”hibur Nesta
***
    Tahun ajaran baru, kelas baru, dan teman-teman baru. Sekarang Naura udah kelas II SMP. Gak terasa ya, waktu cepat berjalan. Hari ini, Naura berangkat ke sekolah. Tak berapa lama, dia pun sampai di sekolahnya. Karin pun langsung menghampirinya.
“Hai, apa kabar?”sapa Karin
“ug, alhamdulillah baik. Kamu?”tanya Naura balik
“sama, aku juga baik”jawab Karin
“oya, gimana liburannya?”tanya Naura
“hmm.., biasa-biasa aja, kamu?”tanya Karin balik
“sama, biasa-biasa aja gak ada istimewanya”jawab Naura
“ke kelas yuk!”ajak Karin
“Ayo.. !”kata Naura
    Mereka pun pergi ke kelas barunya. Tak lama kemudian, teman-teman yang lain pun sudah berdatangan.
    Hari ini, aktivitas belajar mengajar tidak berlangsung karena hari ini adalah Masa Orientasi Siswa kelas I. Di depan kelas II, tampak dua orang siswi sedang ngobrol. Ternyata orang itu adalah Naura dan Dinda.
“Ra aku harus rajin belajar supaya aku bisa masuk kelas utama lagi”kata Dinda semangat
“iya Din, kamu harus giat belajar ya”kata Naura
“iya Ra. Oya Ra, kamu mau ngajarin aku gak, kalau ada mata pelajaran yang gak aku ngerti? Supaya aku bisa masuk kelas utama lagi”tanya Dinda
“iya Din, aku bakal bantu kamu kok, semampu aku. Asalkan kamu juga rajin belajar”jawab Naura
“ok Ra”kata Dinda
    Obrolan mereka pun terhenti, karena teman-teman Naura telah kembali dari kantin.
***
    Liburan Ramadhan pun telah berakhir, dan tibalah waktunya bagi para siswa untuk menjalani aktivitas belajarnya di sekolah. Hari ini, adalah hari pertama sekolah. Hari ini, aktivitas belajar mengajar tidak berjalan dengan baik karena semua sibuk bermaaf-maafan. Maklumlah, mereka habis merayakan Idul Fitri tiga hari yang lalu. Jadi, wajarlah kalau mereka semua meminta maaf kepada yang lain. Naura pun tidak ketinggalan, dia juga ikut meminta maaf kepada orang yang dikenalnya di sekolah. Hari ini, ternyata Dinda tidak naik sekolah, entah apa sebabnya. Naura beranggapan mungkin Dinda lagi pergi silaturahmi ke rumah keluarganya, dan hari itu pun berlalu.
    Udah beberapa hari ini, Dinda gak naik sekolah tanpa keterangan yang jelas. Naura bingun, kenapa Dinda gak naik sekolah? Padahal aktivitas belajar mengajar udah dimulai beberapa hari yang lalu. Berbagai pertanyaan muncul dibenak Naura. Akhirnya, pertanyaan Naura pun terjawab. Siang itu, Naura mendengar kabar bahwa Dinda talah berhenti sekolah. Alasannya adalah dia malu karena telah beberapa hari ini dia tidak naik sekolah. Naura sangat sedih, karena Dinda sudah putus sekolah. Padahal sebulan yang lalu, ia sempat ngobrol dengan Dinda. Dinda meminta dia untuk membantunya, agar Dinda bisa masuk ke kelas utama lagi. Begitu mudahnya Dinda putus asa, padahal cita-citanya begitu tinggi. Naura sangat sedih, akan nasib Dinda yag ternyata mimpinya tertunda.
    Tak sampai disitu saja, setelah Dinda putus sekolah sebulan yang lalu. Naura mendengar kabar lagi, bahwa temannya, Laras juga berhenti sekolah. Alasannya adalah Laras dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Padahal umur Laras masih mudah, sebenarnya Laras tidak menyetujui perjodohan itu. Tapi, apalah daya Laras hanya dianggap boneka oleh kedua orangtuanya. Laras hanya bisa menuruti permintaan kedua orangtuanya. Walaupun, ia harus mengorbankan mimpinya, yaitu menjadi orang yang sukses. Hati Naura miris, mendengar kabar akan nasib yang menimpa temannya. Kedua temannya harus berhenti sekolah karena terpaksa. Kini, Naura hanya berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali, dan dia harap semoga mimpi teman-temannya yang lain bisa terwujud. Walaupun badai rintangan menghadang. Aamiin...
SEKIAN
Alasan si pengarang menciptakan cerpen ini :
Moga si pembaca bisa mengambil hikmah dan termotivasi akan cerpen yang saya buat. Janganlah takut bermimpi. Raihlah mimpimu walaupun berbagai rintangan datang menghadangmu.

Kamis, 03 Juli 2014

Cerpen - CINTA BERSEMI DIPEMAKAMAN

CINTA BERSEMI DIPEMAKAMAN
    Seruan adzan subuh kini telah terdengar dimana-mana sampai dipelosok pedalaman, membuat Zahra terbangun. Zahra lalu menatap jam weker hello kittynya, rupanya jam sudah menunjukkan pukul 05.10 WITA. Zahra lalu menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu, Zahrapun menunaikan sholat subuh.
**
    Tetesan embun dipagi hari, harum bunga-bunga yang bermekaran, kicauan burung yang merdu, tak lupa sang mentari yang bersinar cerah, mengawali hari Zahra. Lebih tepatnya Zahra Lestari Lintang, sebuah nama yang cukup bagus untuk gadis remaja yang cantik seperti Zahra. Dia adalah salah satu siswi SMPN 2 MERPATI.
Pukul 06.30 WITA. Zahrapun berangkat ke sekolah.
“Pagi bunda..., Zahra berangkat sekolah dulu ya” kata Zahra menghampiri bundanya yang tengah menyiapkan sarapan.
“Loh kok buru-buru, gak sarapan dulu?”tanya bundanya
“Tanggung nih bun, Zahra pamit dulu ya. Assalamu’alaikum”pamit  Zahra  sambil mencium punggung tangan bundanya.
“Wa’alaikum salam. Hati-hati di jalan ya?”kata bundanya
“Sip deh bunda”kata Zahra
Zahrapun berangkat ke sekolah dengan jalan kaki, karna sekolahnya tak jauh dari rumahnya.
    15 menit kemudian.
    Zahrapun sampai di sekolahnya. Dia lalu menuju ke kelasnya. Kelas IX.Utama. Itulah kelas Zahra. Rupanya kelas sudah cukup ramai. Zahrapun langsung ke tempat duduknya, sebangku dengan Viren. Tak lama kemudian bel berbunyi, bertanda seluruh siswa masuk ke kelasnya masing-masing untuk melakukan aktivitas belajar-mengajar. Sesaat kemudian guru bidang studi masuk ke kelas. Hari ini jam pertama di kelas Zahra adalah matematika, sebuah mata pelajaran yang sebagian besar siswa kurang meminatinya.
    3 jam telah berlalu.
    Akhirnya inilah saat-saat yang ditunggu siswa yaitu bel tanda instrahat pun berbunyi, seluruh siswa pun istrahat. Lalu dilanjutkan dengan 3 jam pelajaran, dan akhirnya bel tanda pulang pun berbunyi. Semua siswa pun pulang ke rumahnya masing-masing tanpa kecuali.
    Pas pukul 13.00 WITA. Zahra sampai di rumahnya. Dia langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Nampaknya dia sangat lelah. Apalagi hari itu sangatlah panas. Membuat pipinya yang putih menjadi kemerah-merahan. Merasa tenaganya cukup pulih, iapun bangkit dari ranjang dan mengambil handphonenya yang tergeletak diatas meja belajarnya, dan langsung terjun ke dumay. Dia lalu membuka aplikasi facebook, setelah terbuka diberandanya terdapat berbagai macam status dari teman-temannya yang alay-alay itu. Dari yang lagi otw sampai dengan status galau-galauan itu. Dia hanya tersenyum melihat semua itu, lalu dia melihat ada sebuah pesan yang masuk dari seseorng. Zahrapun membuka pesan itu, ternyata pesan itu dari Muhammad Akbal Akbal, salah satu teman Fb Zahra. Dengan senang hati Zahrapun membalas pesan tersebut. Akbal (+), Zahra (-)
+ : hy
- : ug,
+ : g ap
- : g ddk aj nhe,
+ : hm btw kmu klz brpa
- : 3 smp
+ : nnti mw lnjut d mna
- : insya Allah di malpi
+ : hmm bguz lha
- : kmu dh kls brpa
+ : aq gk skolah, cma menghafal
- : ap ?
+ : menghafal al-qur’an
- : oh bgus it,
+ : iya,
    Sampai disitu chatingan mereka. Walaupun sebentar, namun bisa membuat Zahra bahagia. Hari demi hari pun mereka semakin akrab, dan sering terlponan. Zahra yang dulunya enggan terlponan, kini telah terbiasa karena kehadiran Akbal. Seorang penghafal Al-qur’an yang masih muda namun bisa membuat Zahra tertarik. Rupanya Zahra kini telah mulai jatuh hati pada Akbal. Begitupun sebaliknya. Namun, mereka berdua terlalu egois dengan perasaannya. Kedekatan mereka tiada yang tahu termasuk ortu dan teman-teman Zahra maupun ortu dan teman-teman Akbal.
**
Ramadhan sebentar lagi tiba. Akbal ditugasin jadi iman terawih di Mesjid Aqsha tepatnya di Kampung Merpati. Ini adalah kesempatan bagus buat Akbal bisa ketemu dengan Zahra. Sehubung Zahra tinggal di Kampung Merpati.
Sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan, Akbal berangkat ke Kampung Merpati. Setelah sampai, Akbal pun menuju rumah Pak Kades. Selama bulan Ramadhan, Akbal akan tinggal disitu.
Akbalpun mengabarkan Zahra bahwa dia ditugasin jadi iman terawih di Mesjid Aqsha Kampung Merpati, dan sekarang tinggal di rumah Pak Kades. Akbal lalu mengajak Zahra ketemuan nanti subuh, dan Zahrapun menyetujuinya. Subuhnya, Zahrapun bangun pagi-pagi untuk pergi sholat subuh di Mesjid. Namun, tak disangkanya. Waktu itu tiba-tiba hujan deras, terpaksa Zahra mengurunkan niatnya dan mengabarkan Akbal bahwa dia gak jadi datang. Akbal pun memakluminya.
Entahlah, apa yang terjadi pada mereka. Tiap mereka ingin bertemu, selalu ada halangan. Apa mereka tidak diijinkan untk bertemu oleh Allah SWT. Entahlah...**
15 hari telah datangnya Ramadhan. Suatu malam terjadi kecelakaan maut di depan Mesjid Aqsha. Waktu itu, sepulang sholat terawih di Mesjid. Jalan raya jadi penuh, karena banyak warga yang pulang ke rumahnya. Membuat mereka berdesak-desakan. Saat itu, ada seorang yang keluar dari rombongan desakan itu dan ingin menyeberang, bersamaan itu ada motor dari arah samping melaju kencang. Akhirnya orang itupun tertabrak dan meninggal dunia. Wajah korban tidak jelas dilihat karena luka parah. Namun, banyak yang bilang, kalau orang itu adalah Zahra.
Kabar itupun langsung menyebar, dan akhirnya sampai di telinga Akbal. Akbal tak percaya, karena sebelum kejadian itu dia sempat smsan dengan Zahra. Tak terasa air matanya menetes jatuh membasahi pipinya. Dia sangat menyesal, karena dia tidak menyatakan perasaannya kepada Zahra, dan akhirnya Zahra pun pergi meninggalkannya.
**
Di tempat lain. Seorang gadis tergeletak, baru sadar dari pinsangnya.
“Aduh..., aku dimana nih?”tanyanya sambil memegang kepalanya.
Rupanya dia adalah Zahra yang terlempar jauh jatuh ke jurang. Diapun berusaha untuk bangkit mencari jalan keluar. Namun, rasa sakit dikepalanya yang menjadi-jadi membuat dia jatuh dan tak sadarkan diri. Untungnya, waktu itu ada seorang penjelajah yang baru saja pulang, dan menemukan Zahra yang terbaring tak berdaya. Dia merasa iba. Akhirnya, dia pun membopong Zahra untuk membawanya pulang kerumah ikut bersamanya.
Sesampainya di rumah...,
“Assalamu’alaikum...bu..ibu...”panggil si penjelajah memasuki rumahnya
“Wa’alaikum salam, ada apa toh teriak-teriak?”tanya ibu si penjelajah yang keluar dari dalam
“Ini bu.., tolong gadis ini. Kasihan dia”pinta si penjelajah

“Masya Allah..., siapa gadis yang kau bawa ini Rigo?”tanya ibu si penjelajah. Ternyata nama si penjelajah itu adalah Rigo.
“Gak tahu juga nih bu, Rigo juga nemunya di hutan waktu Rigo pulang dari penjelejahan”jawab Rigo
“Ya udah ! ayo, masukkan dalam kamar. Nanti ibu carikan obat dihalaman belakang”perintah ibunya
“Baik bu”kata Rigo
Rigopun memasukkan Zahra ke dalam kamar. Sementara ibunya pergi mencari obat dihalaman belakang.
Haripun semakin gelap. Zahra belum juga sadar dari pinsangnya. Membuat Rigo dan ibunya semakin cemas. Saat kecemasan mereka dihantui dengan rasa takut. Akhirnya, Zahrapun sadar. Rigo dan ibunya pun merasa lega.
“A...aku ad..ada dimana?”tanya Zahra sambil memegang kepalanya yang masih sakit.
“kamu ada di rumah kami”jawab Rigo
“ka..kalian si..siapa?”tanya Zahra lagi
“perkenalkan saya Rigo dan ini ibu saya. Saya menemukanmu tergeletak ditengah hutan seorang diri, saat aku pulang dari penjelajahan. Jadi aku bawa kamu disini. Kalau boleh tahu nama kamu siapa dan kenapa bisa ada didalam hutan?”tanya Rigo balik
“ohh.., saya Zahra. Aku juga gak tahu kenapa aku bisa ada didalam hutan. Yang aku ingat, waktu itu aku baru pulang dari sholat terawih, terus aku mau menyeberang, tiba-tiba ada yang mendorongku, terus aku gak ingat apa-apa lagi”kata Zahra menjelaskan
“ohh.. ya sudah, kamu istrahat saja. Untuk sementara waktu kamu tinggal disini aja ya”kata ibu Rigo
“sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada ibu dan kak Rigo, karena telah menolong saya”kata Zahra
“gak masalah, itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai makhluk sosial, saling tolong menolong”kata Rigo
Rigo dan ibunya pun keluar meninggalkan Zahra didalam kamar, karena malam sudah larut.
**
Sementara di Kampung Merpati.
    Akbal masih kepikiran dengan Zahra. Entalah, sholat terawih yang diimankannya sah atau tidak, karena dia selalu kepikiran degan Zahra. Sehingga waktu buka dan sahur ia lupa, membuat orang-orang bertanya-tanya tentang keadaannya. Ada apa dengan Akbal ?
“ehemm...,”pak kades mendehem
“eh pak kades”kata akbal kaget
“ada apa toh bal, ngelamun aja dari tadi, kayaknya lagi mikirin sesuatu kalau bpk perhati’in”tanya pak kades
“ah.., bpk bisa aj”kata akbal
“tapi bner kan..., lagi ngelamunin Zahra toh?”terka pak kades
“bpk tw dari mana?”tanya akbal penasaran
“sp sih yg gak tw ttg zahra, zahra memang anak yg baik, bunga desa di kampung kami, budi pekertinya baik, luhur, lembut, dan cantik. Cocok untuk kamu, namun dia cepat dipanggil oleh Allah”kata pak kades
“zahra memang gadis yg baik pak”kata akbal
“memang.., dan apa kamu sdah ktmu dgnnya?”tanya pak kades
“belum pak”jawab akbal
“aneh kamu bal, belum ketmu tapi udah bikin kamu galau”kata pak kades pergi meninggalkn akbal diam terpaku. Memang berat kehilangan orang yang disayanginya apa lagi dia tidak pernah ketemu dengan Zahra.
**
Sehari sebelum lebaran...
Di rumah Rigo..,
“Bu..., Zahra bantu ya buat ketupat?”tawar Zahra
“mang kamu bisa buat ketupat?”tanya ibu Rigo
“lumayan Bu...,”jawab Zahra
“ya udah, kalau gitu kamu isi dengan beras aja ya? Ibu mau suruh Rigo beli ke warung dulu ya”kata ibu Rigo
“oh iyya bu..”jawab Zahra
**
Suara gema takbir pun menggema sampai ke pelosok pedalaman.
allahu akbar.., allahu akbar..., allahu akbar..., laa..., ilaaha illallahu allahu akbar.., allahu akbar walillahilham...
“bu maafin Zahra, kalau Zahra punya salah ma ibu dan udah nyusahin ibu. Makasih bu udah tolong Zahra dan menyuruh Zahra untuk tinggal sementara waktu di rumah ibu”kata Zahra
“gak apa-apa kok nak, dan ibu juga minta maaf ya”kata ibu Rigo
Mereka pun berpelukan.
“nanti kamu hati-hati dijalan ya”pesan ibu kepada Zahra
“iyya bu”jawab Zahra
“kamu juga Go, jaga Zahra sampai menemukan jalan raya”pesan Ibu kepada Rigo juga
“Baik bu, Rigo akan jagain Zahra sampai menemukan jalan raya”kata Rigo
“kalau gitu, Zahra pamit pulang. Assalamu’alaikum”pamit Zahra
“Wa’alaikum salam”jawab ibu Rigo
Zahra pun kembali ke rumahnya ditemani Rigo. Setelah melewati hutan. Akhirnya, mereka sampai di tepi jalan raya.
“kak.., makasih ya atas semuanya. Dan maaf bila selama ini Zahra pernah berbuat salah sama kakak”kata Zahra
“kakak juga minta maaf ya. Dan hati-hati dijalan ya dek? Maaf, kakak cuma bisa antar sampai disini”kata Rigo
“gak apa-apa kok kak. Assalamu’alaikum”pamit Zahra
“Wa’alaikum salam”jawab Rigo
Sesampai di rumah..,
“Assalamu’alaikum”kata Zahra sambil mengetuk pintu
“Wa’alaikum salam.., siapa ya?”tanya bunda Zahra sambil membuka pintu
“saya Zahra Bunda”jawab Zahra dengan air mata berlinang
“Masya Allah.., kamu Zahra kan? Anak bunda? Zahra Lestari Lintang?”tanya bunda Zahra bertubi-tubi tidak percaya, bahwa gadis yang berdiri di depannya adalah putrinya yang dikiranya telah meninggal.
“iyya bunda, Zahra Lestari Lintang, putri bunda”kata Zahra menangis terseduh-seduh
“Subhanallah.., rupanya kamu belum meninggal”kata bundanya menangis terharu
“iyya bunda, waktu itu Zahra didorong terus jatuh kejurang. Untungnya ada orang yang nolongin Zahra, bunda”kata Zahra
Zahra pun masuk kedalam sambil menjelaskan peristiwa yang telah menimpanya.
**
“Terima kasih Pak, atas tumpangannya selama saya jadi iman disini. Dan maaf Pak, kalau ada salah ataupun tingkah saya kurang berkenan dihati bapak dan warga disini”kata Akbal
“iyya nak. Sering-seringlah kesini, dan semoga tahun depan kamu lagi yang jadi iman terawih disini nak”kata Pak Kades
“aamiin.., makasih pak. Kalau gitu saya pamit pulang Pak. Assalamu’alaikum”pamit akbal
“Wa’alaikum salam”jawab Pak Kades
Akbal pun pulang, sebelum pulang ia mampir dulu ke pemakaman Zahra.
**
“oh, jadi begitu ceritanya. Kalau begitu kamu harus pergi kepemakaman yang bertuliskan namamu nak, kamu harus berterima kasih sama dia. Kalau bukan dia yang menolongmu, mungkin kamu sudah tiada. Walaupun mungkin dirinya yang tidak tertolong”Kata Bunda Zahra
“iyya bunda. Kalau gitu Zahra pergi dulu. Assalamu’alaikum”pamit zahra
“Wa’alaikum salam”jawab Bunda Zahra
    Zahrapun pergi ke pemakaman. Sesampainya disana dia mencari makam yang bertuliskan namanya. Setelah mencari-cari nama makam yang bertuliskan namanya. Akhirnya ia menemukan juga. Namun, ada seorang pemuda yang ada dimakam itu. Dengan sedikit keberanian, Zahra pun mendekati pemuda itu dan...
“permisi...,”kata Zahra
Namun pemuda itu tidak menanggapinya, ia asyik sendiri berbicara dengan makam itu.
“dek, maafin kakak kalau kakak punya salah sama adek. Kakak menyesal telah memendam perasaan ini. Sebenarnya sudah sejak lama kakak mau utarakan ini. Namun, karena keegoisan kakak. Kakak gak pernah kasih tahu adek, kalau selama ini kakak suka adek. Kakak pengen adek jadi cinta pertama dan terakhir kakak, dan jadi pendamping hidup kakak”kata Akbal dalam hati

Karena tidak sabar lagi. Akhirnya, Zahrapun mendehem
“ehem...,”kata Zahra. Pemuda itupun balik dan memandang  Zahra.
“kamu siapa?”tanya pemuda itu
“maaf, saya Zahra.Saya ingin mengunjungi makam ini”jawab Zahra
“oh.., silahkan. Kebetulan saya juga udah selesai”kata pemuda itu mempersilahkan Zahra. Zahra pun duduk sambil memegang batu nisan yang bertuliskan namanya.
“hmmm..., siapa pun kamu. Saya sangat berterima kasih kepadamu. Karena kamu nyawa saya tertolong. Walau mungkin kamu sendiri tak tertolong. Aku berharap semoga kamu diterima disisi Allah SWT.aamiin.”kata Zahra mendoakan orang yang telah menolongnya.
    Setelah itu, Zahrapun bangkit dari duduknya dan ingin melangkah pergi. Ternyata pemuda tadi belum pergi dan masih berdiri tak meninggalkan tempatnya.
“Maaf, kamu belum pulang ?”tanya Zahra
“belum, aku mau tanya sesuatu sama kamu?”kata pemuda itu
“Apa?”tanya Zahra
“sebelumnya aku minta maaf karena tadi aku mendengar pembicaraan kamu, begini apa benar makam ini makam Zahra Lestari Lintang?”tanya pemuda itu
“oh.., bukan. Makam ini adalah makam seseorang yang berhati malaikat”jawab Zahra
“maksudnya?”tanya pemuda itu penasaran
“makam ini adalah  makan seseorang yang telah menolong saya. Walau mungkin dirinya tak tertolong”jelas Zahra
“jadi kamu adalah dek Zahra Lestari Lintang?”tanya Pemuda itu
“iyya, maaf kamu siapa?”tanya Zahra
“Subhanallah.., kamu masih hidup dek. Saya kak akbal. Orang yang sering sms dan telpon adek”jawab Akbal
“jadi kakak adalah kak akbal?”tanya Zahra gak percaya
“iyya adek..”jawab Akbal
“aku gak nyangka kak, di tempat ini kita bisa ketemu kak. Aku seneng banget kak”kata Zahra
“apa lagi aku dek, serasa seperti mimpi”kata Akbal bahagia
Dan gak sengaja dia memeluk Zahra sangat erat, sepertinya dia takut kehilangan Zahra lagi.
“ups..”Zahra tersadar
“oh.., maaf dek”akbal segera melepas pelukannya
    Seketika mereka berdua berdiaman dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba Akbal berjongkok, lalu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Ternyata itu adalah cincin yang sudah lama dipersiapkannya sebelum datang ke Kampung Merpati. Zahra yang melihat kejadian itu hanya kebingunan, gak mengerti apa yang dilakukan akbal
“Adek”kata Akbal sambil membuka kotak berisi cincin permata
“iyya kak”jawab Zahra
“adek mau gak jadi pendamping kakak?”tanya Akbal. Zahra hanya diam membisu. Lalu...,
“tapi kak..., aku masih sekolah kak dan masih belum cukup umur kak”kata Zahra
“tapi adek mau kan jadi tunangan kakak? Kalau soal nikah kakak siap nunggu adek sampe tamat SMA, masalah kuliah kakak akan berusaha untuk kuliahin adek kok”kata Akbal
“serius kak? Apa kakak dah yakin dengan pilihan kakak?”tanya Zahra agak ragu
“Aku seriu dek”jawab akbal
“jadi gimana dek?”tnya akbal lagi
“Aku mau kak, dan jujur adek juga syang ma kakak”jawab zahra
“beneran dek”tanya akbal kagak percaya
“beneran kak”jawab zahra meyakinkan akbal
“alhamdulillah..., oh ya dek bulan depan kakak akan datang sama keluarga kakak buat ikat adek untuk kakak” kata akbal
Zahra hanya tersipu malu. Dan tak lupa mereka berdua mngucapkan puji syukur kepada Allah. Mereka baru mengerti bhwa tempat indah bukan berarti awal dari cinta mereka. Pemakaman pn bisa, bila Allah telah berkehendak.

Kamis, 26 Juni 2014

Cerpen - BUKAN SALAH TAKDIR

Bukan Salah Takdir
>Sri Wahyuni<

Di sebuah sekolah menengah atas, terselip sebuah kisah persahabatan yakni Wulandari Bintangdianugrah dan Nirmala Sari. Mereka bersahabat sejak mereka kecil, namun persahabatan mereka tak berlangsung lama,hanya karena seorang cowok yakni Danar Pratama Wardana. Akankah persahabtan mereka akan berakhir? Ikutilah sebuah cerita di bawa ini!
***
Wulandari Bintangdianugrah adalah gadis yang cantik dan manis, dia biasanya dipanggil Ulan. Ulan mempunyai sahabat bernama Nirmala Sari, gadis cantik, manis. Tapi sayang ia mempunyai sifat egois. Mereka bersahabat sejak mereka memasuki bangku Sekolah Dasar. Sampai sekarang saat mereka menduduki bangku SMA, mereka tetep bersahabat. Walaupun mereka beda kelas.
Disuatu waktu....
Saat istrahat Ulan dan Mala ingin pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan, di tengah jalan Ulan bingun melihat tingkah sahabatnya. Akhirnya Ulan berani berkata
“Mal,, hari ini kelihatannya seneng banget. Mang da apa, crita dong???” goda Ulan.
“iya Lan, hari ini emeng gue seneng banget. Soalnya sahabat kecil gue pulang dari luar negeri.” Kata Mala dengan wajah seneng
“ouw,,, ”kta Ulan bingun melihat tingkah sahabatnya itu.
Dan Ulan terdiam menatap kosong pohon mangga yang ad di hadapannya, entah apa yang dipikirkan. Mala yang sedari tadi melihat Ulan ngelamun, akhirnya membangunkan Ulan dari lamunannya
“woi, ngelamun aja”kata Mala mengagetkan Ulan
“ah! Ya ada apa sich”kata Ulan kaget
“Yuk kta ke kantin, laper nich”kata Mala mengajak Ulan
“oh,iya ayo”jawab Ulan yang sedari tadi ngelamun
***
Hari ini, kelas A I kedatangan siswa baru yang merupakan kelas Ulan. Kata temen-tmen Ulan, anak baru itu dari luar negeri. Namun Ulan tak menghiraukan kata temen-temennya.
Bel sekolah pun berbunyi
Seluruh siswa pun, memasuki kelas masing-masing. Di koridor sekolah bapak kepsek dan siswa baru berjalan menuju ke kelas A I. Setelah memasuki kelas A I
“pagi anak-anak”sapa pak kepsek
“pagi pak”jawab semua siswa A I
“anak-anak hari ini, kelas ini kedatangan siswa baru. Dana silahkan perkenalkan dirimu”kata pak kepsek
“baik pak”jawab Dana
“Hai teman-teman, nama saya Danar Pratama Wardana. Temen-teman bisa panggil saya Dana, semoga temen-temen seneng sama saya”
“nah, dana kamu bisa duduk di sebelah Ulan”kata pak Kepsek, sambil menunjuk bangku kosong di sebelah Ulan yang sebenarnya tempat duduk Lina.
“Ah! Bapak disebelah saya kan ada Lina Pak, nanti kalo lina naik dia duduk dimana pak??”kta Ulan tidak setuju
“Ulan tidak boleh begitu, Lina akan duduk dibelakang. Nah Dana kamu bisa duduk di sebelah Ulan.”
“baik pak”kta Dana
Dana pun berjalan menuju ke bangku kosong di sebelah Ulan, dan duduk di sebelahnya. Setelah dana duduk, bu Isma. Masuk ke kelas A I, dan memulai pelajaran selama tiga jam.
Akhirnya bel tanda istrahat berbunyi....
Ulan pun keluar dari kelasnya dan menuju ke kelas A II untuk menemui sahabatnya yaitu Mala. Saat itu dari arah berlawanan terdapat seorang cowok  yang sedang membawa beberapa buku, ternyata cowo itu Dana yang disuruh menaruh buku ke perpus oleh Bu Sinta yang sedang belajar di kelas A II saat itu. Ulan yang saat itu buru-buru, akhirnya menabrak Dana dan semua buku yang di bawa Dana pun berseraka di lantai.
“sorry, gue nggak sengaja”kta Ulan
Karena Ulan merasa bersalah akhirnya ia membantu Dana untuk mengumulkan buku yang dijatuhkan tadi.
“Nggak pa-pa ko”kta Dana
Ulan pun memunguk buku-buku yang jatuh tadi, dan memberikannya ke Dana.
 “nih buku....,, Kmu”kta Ulan dan buku yang tadi dipegangnya jatuh.
“Eh! Kalo jalan tuch pake mata???”kta Dana
“Yeee,, emeng yang  jalan tuch mata apa, kaki kalee. Lo tuch pke bawa buku banyak-banyak segala. Kayak guru2 aja lo”kta Ulan
Dari jauh terlihat Mala menuju ke Ulan dan Dana yang sedang bertengkar, Mala pun mempercepat langkahnya
“Eh! Ada apa sich ribut2 kaya anak kecil”Kta Mala saat sampe ke Ulan dan Dana
“ini lo Mal, cowo belagu itu”kta Ulan sambil menunjuk Dana
“Eh! Apa lo bilang, lo katain gue cowo belagu. Lo tu yang belagu”kata Dana
“Eh! Sembarangan lo, lo tuch” kta Ulan lgi
“Elo”kta Dana
“aduh! Udh dong, Eh! Mas Dana, maafin sobat Mala ya mas”kta Mala
“iya nggap pa-pa kok, lain kaliajarin yach sahabatnya yac Mal”
“Sip dech mas”kta Mala tnda setuju
“Eh! Jadi kalian dah saling kenal???”tanya Ulan bingun
“iya, napa??? Masalah buat lo???”Jawab Dana
“Masalah banget dech, sahabat gue tuch kenal ama lo yang belagu”Kata Ulan
“Eh! Lan nggak boleh gitu, dia itu temen kecil aku Lan. Yang kemarin gue ceriitain”Kta Mala panjang lebar
“Apa!!!”kata Ulan kaget
“yuk lan, kta ke kantin” kata Mala sambil menarik Ulan
“Mas Dana, Mala dan ulan ke kantin dulu ya” kata Mala pamit
“Ya,,,” kta Dana singkat
Ulan Dan Mala berlalu dihadapan Dana, Dana melihat ke dua cewek tadi sampai tak lagi kelihatan, tiba-tiba terlukis segaris senyum pada diri Dana. Dan akhirnya Dana melanjutkan memunguk buku-buku yang tadi berserakah dilantai. Dan pergi ke ruangan Bu Sinta untuk menympan buku-buku tadi. Beberapa saat kemudia, bel pun berbunyi tanda masuk dan memulai pelajaran. Tak terasa bel berbunyi tanda waktu pulang. Seluruh siswa pun berhamburan keluar kelas.
Disebuah ruangan A I, masih ada Ulan yang sibuk menatah buku-bukunya yang banyak. Mala yang sedang menunggunya pun berkata
“Lan dah usai blum???”tanya Mala
“Bentar, gie dikit nie. Tunggu dikit napa???”jawab Ulan
Lama sudah Mala menunggu Ulan, akhirnya Ulan pun keluar dari kelasnya dengan membawa buku yang sangat banyak. Mala yang sedari tadi nungguin Ulan, malah kaget
“ya ampun,,, banyak amat tuch buku lo Lan???”kta Mala
“hheheh,,, sorry”jawab Ulan sambil nyegar nyengir
“yuk pulang”kta Ulan Lagi
“yuk”jawab Mala
Mereka pun pulang ke rumah, di tengah perjalanan. Handpone Mala berbunyi, Mala pun segera mengangkat telpon nya. Setelah lama berbincang dengan seseorang yang tdi menelpon Mala. Akhirnya, mala pun berkata
“Lan, sorry yach,, gue duluan. Alnya ade gue masu RS nih, sorry banget yac???” kata Mala
“ya gpp kli,  buruan sana”kta Ulan
“thank’s yac”
“ya”
Akhirnya Ulanpun berjalan sendirian untuk pulang, ditengah perjalanan. Ulan pun dihadang oleh tiga preman.
“Eh! Ada ap ni, mw copet yach”kta Ulan
“hahaha,, thu aj lo klo kita2 mw jambret, cpat serahin nggak dompetnya,atau kmu akan kami bunuh” kta salah satu preman
“hah, jangan. Tolong,,, tolong” Ulan berteriak
 “Hei,, kalian cma berani ama cewek, klo lo,lo lo, berani hadapain gue”kta cowok itu yang ternyata Dana
“OK, siapa takut”jawab salah satu preman itu
Akhirnya perkelahian pun tak dapat di hindari, dengan sigap tiga preman tersebut runtuh. Akhirnya Dana pun menang.
“Ok, gw ngakuh kala”
“itu lom seberapa”kta Dana
Karena Ulan diselimuti rasa takut, akhirnya kabur. Dan sampailah di rumah dengan selamat.
_ _ _ _ _ _ _ _ _
Malam nya Ulan tak dapat tidur, karena merasa bersalah kepada Dana. Dan dia pun berniat untuk meminta maaf kepada Dana sekali gus untuk mengucapkan terima kasih, karena tlah menyelamatkannya
_ _ _ _ _ _ _ _
Pagi harinya Ulan pun berangkat lebih awal dari sebelumnya, dan setelah sampai di depan gerbang sekolah. Dia pun turun dari mobilnya dan masuk ke dalam halaman sekolah. Bel tanda masuk pun berbunyi, namun sosok Dana belum kelihatan. Kini rasa khawatir mulai menghantuinya. Sampai pulang dia tak menemukan Dana. Karena khawatir akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya pada Mala, temen kecil Dana
“Mal, lo thu nggak knpa Dana nggak msuk school???”
“setahu gw tuch, kmarin dia di hajar preman. Soalnya dia nyelamatin seseorang gitu. Truss dibawa  kerumah sakit”
“ouw,, gitu yach. Emeng rumah sakit apa”
“klo nggak salah RS AMALIA dech”
“oh, tanks yac”kta Ulan sambil berlalu dihadapan Mala
“Tpi gw blum selesai, hei tugguin gw. Sialan?”omel Mala
_ _ _ _ _ _
Di rumah sakit, Ulan pun langsung menuju ke ruang UGD. Setelah sampai di kamar Dana, dia pun mendekatinya dan berkata
“Dan,, maafin gue, gue kemarin lari alnya gue takut banget. Dan gue masih banget dech ma kamu. Gue mohon lo bangun yach, gue janji klo lo bangun. Gue mw lakuin apa aj yg lo mau.”kta ULAn
“Bener nich, lo mw lakuin yang gue mw”kta Dana
“Jdi lo ggak tdr???”
“klo gw tdr mna mungkin gue denger yg lo blg”
“Sialan lo”
“Tapi, lo yg mw kan. Klo gw bangun lo mw lakuin apa aja, nah skrg lo temenin gw disini. OK”
“hmmm,, OK dec”
Beberapa lama kemudian dokter datang dan berkata waktunya minum obat. Namun, Dana tak langsung meminumnya hinggak dokter itu keluar.
“boleh minta tolong. Tolong buangkan obat ini ke tong sampah”
“dibuang?” ulan bingun obat yang ada di tangannya hendak dibuang. “Eh...loe harus minum ini obat biar loe cepat sembuh”
“Gue Cuma luka kecil. Gak perlu minum obat. “Sebenarnya bukan itu alasannya tapi karena ia takut makan obat.
“gak bisa. Loe harus minum sekarang.” Ulan memberikannya pada Dana.
“Enggak Lan, gue nggak mau” ulan memaksa memasukkan obat ke mulut Dana. Karena Dana gak suka
“ emeng siapa sih lo maksa gue minum obat?” teriak Dana marah
“BUKK....” Ulan menumbuk wajah Dana. “Ini sebagai tanda terima kasih gue karena loe udah nolong gue. Maka dari itu loe harus sembuh”
“Gila ni cewek, bisa habis gue kalau di pukul terus-terusan. Gak tahu apa rasanya sakit. Lagi pula gue kan lagi sakit.” Ujar Dana dalam Hati
“Rasanya pahit Lan, gue nggak suka. Jangan paksa gue”ujar Dana akhirnya mengakui kelemahannya.
“Loe bisa minum madukan usai makan obat?”
“Tapi.....” pembicaraan Dana langsung terhenti karena obatnya langsung dimasukkan semuanya kemulutnya. Hendak dimuntahkan, Ulan langsung menuangkan minuman ke mulutnya. Dalam sekejap obat itu habis.
“ Madu.....madu....!“ jerit Dana
“......“ Ulan malah tertawa melihat tingkah Dana kayak anak – anak.“ Gak ada madu. Ini supaya loe biasa makan obat.“ Balas Ulan sambil berlalu di hadapan Ulan.
_ _ _ _ _
Suara adzan telah dikumandangkan. Ulan pun terbangun dan beranjak kekamar mandi untuk berwudhu, dan mendirikan shalat subuh. Usai shalat subuh Ulan pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi. Usai mandi Ulan pun memakai baju seragamnya dan sedikit make-up. Usai sudah mempersiapkan dirinya, ia pun turun ke bawah untuk sarapan.
“Pagi ma, pa”sapa Ulan
“Pagi Lan, tumben anak mama pake make-up”kata Mama Ulan
“hehehe, ya gak pa-pa kan ma”kta Ulan nyengar-nyengir
Ulan memang gak terlalu suk memakai make-up, ia hanya suka memakai natural. Tapi hari ini ia tampak beda. Ada apa ya dgn Ulan???
Usai sarapan pagi, Ulan pun pamit
“Ma.., Ulan berangkat sekolah dulu y Ma. Assalamu alaiku”pamit Ulan
“Ya nak..., walaikum salam. Hati-hati dijalan ya?”kata mama Ulan
“Iya ma”kata Ulan
Akhirnya Ulan pun berangkat ke sekolah. Setelah sampe Ulan pun turun dari Mobilnya dan masuk menuju ke kelasnya. Saat memasuki kelasnya
“masih sepi..”kata Ulan sambil berjalan menuju ke tempat duduknya
Ulan pun menyimpan tasnya di bangkunya, dan ia melihat sepucuk kertas dan setangkai bunga mawar. Ulan pun mengambil sepucuk surat itu, tulisannya bertintah merah, ia pun membacanya
Pagi Lan,,
Moga kau jalani hari ini dengan ceria, aku ingin setiap hari melihatmu tersenyum.
Tak terasa Ulan pun tersenyum, dan mengambil setangkai bunga mawar itu.
“Siapa ya, yang memberiku sepucuk surat dan setangkai bunga mawar?”kata Ulan dalam hati
Tak terasa kelas sudah rame, Ulan pun menyimpan surat dan bunga itu ke dalam tasnya. bel telah berbunyi, semua siswa pun masuk ke kelas masing-masing. hari ini Lina tlah naik sekolah dan Dana juga telah sembuh. Secara bersamaan Lina dan Dana pun duduk di samping Ulan.
“Eh! Siapa sih lo? duduk di samping Ulan.”Kta Dana
“Justru gw yg nanya, siapa lo? Duduk di samping Ulan. Gw Herlina Putri tmen nya Ulan”kta Lina
“Gw anak bru disini, dan gw disuruh duduk di samping Ulan, Lo duduk aj di belakang”kta Dana
“Eh! Mentang-mentang lo anak bru disini lo seenaknya aj ngatur-ngatur gw. Lo aj yg duduk di belakang”kta Lina marah
“ogah gw duduk di belakang, lo aj yg duduk di blkang”kta Dana
“Udah-udah jgn bertengkar, pusing gw denger nya. Oke-oke krna kalian gak ad yng mengalah. Gw aj yg pindah di belakang. Gampang kan”kta Ulan yang sedari tadi memerhatikan mereka bertengkar. Dan mengambil tasnya dan beranjak pergi dari tempat duduknya dan menuju ke bangku belakang.
“Eh! Kamu gak usah Lan, biar gw aj”kta Dana mencegahnya
“Udh gw aj Lan, gw yg duduk di belakang. Lo ma Dana yg duduk di dpan di dpan”kta Lina ikut-ikutan
“Gitu dong dri tdi, susah amat”kta Dana bangga
Lina diam aja sembari berajak ke belakang. Bersamaan dengan itu Bu Intan memasuki kelas, untuk mengajar Bhs.Inggris. 3 jam berlalu, akhirnya bel berbunyi tanda istrahat. Seluruh siswa pun berhamburan keluar kelas, kecuali Ulan dan Lina.
“Lan...”kta Lina
“y, ad ap?”kta Ulan
“Dana tu kelihatannya suka dech ma kmu”kta Lina menggoda Ulan
“jangan ngaco dech kmu, ogah dech gw ska ma org yg belagu kayak dia”kta Ulan setengah kaget
“yeee, lo blg kyak gitu krna lo blum tw sikap Dana sebenarnya”kta lina
“mang lo tw sikap si Cowok nyebelin itu”kta Ulan
“Ya iyalah, dia itu kan tetangga gw. Hehehe, sorry tdi cma akting doang”kta Lina
“dasar lo, klo gw thu. Kalian berdua dah kenal dan cma akting. Gw gak akan halangin kalian berdua. Percma”kta Ulan
“Ya, tpi kan gw dah minta maaf”kta Lina merasa bersalah
“Y, gw dah maafin lo”kta Ulan
“lan...”kta Lina lgi
“ad ap lgi..??”kta Ulan
“sebenernya yg ngasi lo bunga dan sepucuk kertas itu adlah....”lina tak dapat melanjutkan kata-katanya karena ia melihat Dana yang sedang memasuki kelas
“siapa Lin, kok kmu bsa tw. Ia siapa Lin??”kta Ulan penasaran
“e,,,e,e,, diaa....”kta Lina gugup
“Dia siapa Lin jangan Bwt aku penasaran??”kta Ulan penasaran banget
“ia gak ad pa-pa kok, cma iseng-iseng aj. Zo tdi gw liat bunga dan sepucuk kertas di tasmu tadi”kta Lina menyangkal
“beneran gak ad ap-ap??”kta Ulan
“Ia gak ad pa-pa kok”kta Lina
“och”kta Ulan
Tak terasa bel sudah berbunyi. Semua siswa pun memasuki kelas masing-masing. untuk melanjutkan acara belajar-mengajar.
“Eh! Lo jgn bilang klo gw yg ngasih ia bunga dan sepucuk kertas. Awas aj klo gw thu, klo lo yg beritahu ia. Untung aj tdi gw dtg cpet coba klo gak abis riwayat gw Lan”bisik Dana ke Lina
“Iya Dan,, Sorry tdi, hampir aj gw keceplosan. Sorry ya dan. Gw janji gak akn ember lagi”bisik Lina ke Dana dengan nada bersalah
“Iya,, tpi jgn ulangin lgi”kta Dna
“sip dech Dan..”kta Lina
Bu Salma pun memasuki kelas dan Dana pun kembali ke tempat duduknya. Pelajaran fisika hari ini sangat membosanka. Akhirnya bel berbunyi tanda mengakhiri pelajaran. Siswa pun berhamburan keluar kelas. Hari ini terpaksa Ulan pulang sendrian karna Mala mungkin udah pulang duluan. Dan klo waktu pulang sekolah sih biasanya sopir pribadinya tidak menjemputnya. Alasannya karna dia pasti bersama Mala. Tapi hari ini Ulan pun harus sendirian pulang ke rumah.
_ _ _ _ _ _ _ _
Kini hari-hari yang dilalui Ulan pun tak seindah dulu, kini Mala tlah berusaha menjauh darinya. Entah apa penyebabnya. Hari ini adalah untuk kedua kali nya Ulan mendapatkan sepucuk surat dan setangkai bunga Mawar. Ulan pun mengambil surat itu dan membcanya
Pgi Lan,,,
Gw harap, lo bisa melewati hari ini. Dan tentunya dengan sebuah senyuman.
“cie-cie punya pengagum rahasia nie”kta Ara tmen satu kelasnya yang terkenal usil dech. Lebih tepatnya Mutiara
“Bisa aj kmu Ra”kta Ulan sambil menutup surat itu
“Tapi iya kan..??”Goda Ara
“gak tw dech..”kta Ulan malu-malu
“Yesss, akhirnya tmen gw yg terkenal cantik, manis ini jga dapat pengagum rahasia. Horeee. Moga aj, pengagum rahasianya itu Dana. Amiiieeenn”kta Ara dengan girangnya.
“Eh! Kok ngomong gitu sih”kta Ulan cemberut
“ya gak ap-ap kan, kmu dan Dana tu cocok banget satu cantik satu ganteng.”kta Ara
Tiba-tiba bel pun berbunyi, akhirnya semua siswa pun memasuki kelas masing-masing. dan dilanjutkan 3 jam pelajaran. Akhirnya bel tanda istrahat pu berbunyi. Waktu istrahat ini, Ulan berencana untuk pergi ke perpus dan ingin mengajak Lina
“Lin, lo mw gak temenin gw ke perpus?”kta Ulan kepada Lina
“Gw mw sih, tpi gw dah janji ma tmen tuk main piano. Sorry ya Lan”kta Lina menyesal
“Ya gpp kok”kta ulan pasrah
“oya bagaimana klo lo ajak mala”kta Lina
“Ktanya sih dia sibuk”kta Ulan
“o” kta Lina
“Klo gitu gw cabut dulu yac” kta Ulan
“ya”kta Lina lalu pergi keruang piano.
Saat di perpustakaan tak sengaja Ulan bertemu dengan Mala
“Eh Mal, kok kmu di sini. Ktanya kmu sibuk??” kta Ulan menghampiri Mala yang sdang mencari buku
“iya, gw emeng sibuk. Tapi krna dah kelar jdi, gw kesini cari buku”kta Mala cuek
“o, klo gtu kta cari buku sma-sama ya?” tawar Ulan
“Aduh maaf Lan, skrg gw dah nemuin bku yg gw cri. Gw cabut dlu y” kta Mala sambil mengambil bku yg ad di deretan buku Pengetahuan Alam
“y..” kta Ulan
_ _ _ _ _ _
Akhir-akhir ini Mala sering menjauh dari Ulan, entah apa sebabnya. Dan itu membuat Ulan bertambah bingun, karna dulu Mala slalu ngungguin Ulan saat pulang sekolah. Tapi sekarang Mala tak seperti itu lagi, Mala sering kali meninggalkan Ulan saat pulang sekolah. Saat istahat, Ulan berencana untuk nemuin Mala di kelasnya. Sampai di kelas Mala, Ulan melihat Mala sedang membaca. Ulan pun menghampiri Mala.
“Mal, gw mw nanya ke kamu”kta Ulan
“Nanya ap lan?” kata Mala sambil membaca bukunya
“Akhir-akhir ini, kamu selalu menjauh dari aku. Ada ap Mal?”tanya Ulan
“Nggak ad pa-pa, cma gw sibuk aj”kta Mala menyangkal
“Tlg jujur Mal”kta Ulan
“Udh Lan, Gak Ad pa-pa ko. Gw mohon jgn ganggu aku” kta Mala sambil meninggalkan Ulan
Ulan pun pergi dari kelas Mala, ia masih belum puas dengan jawaban yang diberikan Mala. Bel tanda masuk pun berbunyi, semua siswa pun masuk ke kelas masing-masing untuk melanjukkan belajar-mengajar. Ulan pun mempercepat langkahnya.
_ _ _ _ _
1 minggu kemudian
Akhirnya Ulan pun jadian ma Dana. Mereka jadian pada waktu Dana ketahuan, klo slama ini yang memberikan Ulan Bunga dan sepucuk surat adalah Dana. Karena ia sudah ketahuan pada saat pemberian sepucuk surat yang ke-3 itu. Ia pun langsung menembak Ulan, pada waktu itu juga. Dengan saksi seluruh siswa kelas AI serta para temen deket Ulan yakni Herlina Putri dan Mutiara. Karena Ulan juga punya rasa yang sama dengan Dana, akhirnya ia menerima Dana. Mereka dijuluki BenciBilang Cinta, zo pertama tuch mereka berdua tuch. Saling membenci. Gosip tersebut tlah tersebar keseluruh warga sekolah, termasuk ke kelas Mala. Mala tidak menyangka, kalo Ulan tlah jadian ma Dana. Mala tak menerima semua ini, smpai akhirnya Mala tak naik sekolah selama dua minggu. Mendengar kabar itu, kalo Mala tidak naik sekolah selama dua minggu. Akhirnya Ulan pun merencanakan untuk menjenguk Mala. Kalo pulang sekolah.
Bel berbunyi tanda pulang, seluruh siswa pun keluar dari kelas. Ulan pun dengan cepat membereskan buku-bukunya dan keluar dari kelas untuk menjenguk Mala.
Di depan rumah Mala, Ulan pun mengetuk pintu
“Assalamu alaikum”kta Ulan
“Walaikum salam” kta seseorang yg membukakan pintu ternyata orang itu Mala
“Eh! Mala bagaimana keadaanmu”kata Ulan
“Baik kok” kta Mala cuek
“Mal, kmu knapa gak naik slama 2 minggu ini”kta Ulan khawatir
“itu karna gw, denger gosip. Klo lo dan Dana jadian, gw cemburu Lan” kta Mala keceplosan
“mengapa kau tdk memberitahuku slama ini, klo kau memberitahuku, aku takkan....”pertakaan Ulan terpotong
“Udalah Lan, smua tlah terjadi. Dan jgn bhs itu lagi”potong Ulan dan menutup pintu rumahnya
“Eh! Tunggu Mal, aku akan menol...”kta Ulan
“pokoknya aku gak mw denger lagi, aku gak mw mengaggap kmu sbagai sahabatku. Kmu tak pernah ngertiin perasaan aku slama ini Lan, sekarang persahabatan kita PU TU SS” kta Mala sambil menangis
“Tapi kan, kta bsa selesai in masalah in....”kta Ulan yg menahan air matanya untuk jatuh membasahi pipinya
“Udalah Lan, sekarang kmu pergi dari sini, pergiiiiiii”kta Mala mengusir Ulan dan membanting pintunya
Ulan pun pergi dari rumah Mala. Akhirnya Ulan thu bahwa slama ini Mala menjauhi ia karna Mala cemburu melihat ia dan Dana tlah jadian. Dia pun menyusuri jalan sambil menitikkan air mata, mengingat masa-masa nya bersama Mala. Tak terasa ia sudah berada di jalan raya, tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah motor yang berlajuh kencang. Dan akhirnya
“Aaaaaaaaaaaaa”teriak Ulan
Dan akhirya kepala Ulan pun terbentur di perbatasan jalan. Untung saja ada orang, dan Ulan pun dapat di larikan ke rumah sakit terdekat.
Di dalam kamar UGD dokter sedang menanganinya. Dan di luar sedang ada orang tua Ulan, Mala dan Dana. Mereka datang karena suster menghubunginya, yg memakai Handpone Ulan.
Yang paling panik adalah Mala, ia menyesal tlah membentak sahabat terbaiknya. Ia sangat menyesal melakukan semuanya. 3 jam kemudian, dokterpun keluar. Namun wajahnya menunjukkan ekspresi sedih.
“Bagaimana keadaan Ulan dok??”tanya Mala
“iya dok bagaimana keadaan anak saya dok?”tanya Ibu Ula
“Ibu, bapak dan ade. Harus tabah ya, mungkin Tuhan berkehendak lain. ia tlah mengambil Ulan, dan Ulan jga lebih memilih Tuhan daripada kita semua. Bapak-ibu harus tabah, semua tlah rencana Tuhan”kta pak dokter sambil berlalu dari hadapan mereka
“nggak mungkin, gak mungkin. Ulaaaaaannnn....!!!”kta Mala sambil masuk ke dalam kamar Ulan.
“Ulan, bangun Lan, bangun. Mana sahabat ku yg tegar, mana. Buntikan Lan klo kmu bsa, bktikan Lan. Bangun Laaannnn...”kta Mala sambil menggoyangkan mayat Ulan

_ _ _ _ _ _
Acara pemakaman tlah usai, tapi Mala dan Dana masih ada di makam Ulan. Mala menatap papan makam Ulan yang terterah Wulandari Bintangdianugrah, tak terasa air mata mengalir dari pelupuk matanya. Ia sangat menyesal, karena ia Ulan jadi seperti ini.
“Lan, maafin gw Lan. Maafin gw ats sgala keegoisan Gw Lan. Gw tahu gw salah maafin gw Lan.”kta Mala menyesal sambil memeluk gundukan tanah tempat bersemayamnya Ulan
 Dana juga sangat menyesal, karena tidak dapat menjaga kekasihnya yang sangat ia sayangi. Tak terasa rintik hujan pun sedikit demi sedikit pun rutun membasahi bumi ini, seakan tw bahwa seorang sdg berduka cita. Akhirnya Dana dan Mala pun meninggalkan makam Ulan. Sebelum Mala dan Dana meninggalkan makam Ulan. Mala sempat menyampaikan kta terakhirnya
“Ku yakin, kau akan bahagia sobat. Maaf krna aku tlah membuat seperti ini”. Bersamaan itu hujan pun turun dengan derasnya, mengiringi kepergian Dana dan Mala.
Sejak Ulan pergi, seluruh warga sekolah seperti kehilangan Bintangnya. Seorang yang baik, cantik, manis, dan selalu perhatian satu sama lain. termasuk para guru, ia sangat menyayangi Ulan. Siswa yang slalu mereka andalkan dalam perlombaan apapun. Dan Dana dan Mala berencana untuk kembali ke Singapur, dan ingin menetap. Mereka  tak mungkin bisa menjalankan hari-harinya di saat ini. Ia ingin menenangkan dirinya...
 Seminggu lagi mereka akan meninggalkan sekolah “Merpati Putih”. Ini bener-bener membuat warga sekolah Merpati Putih semakin kesepian. Dan tibalah mereka meninggalkan Sekolah Merpati Putih, sebelum mereka pergi. Ara memberikan sesuatu pada mereka, pemberian itu dari Ulan semasa ia hidup.
Dalam kotak yang diberikan untuk Mala terdapat foto-foto Ulan yang sangat Mala sukai dan sepucuk surat, yang berisi
From : Wulandari Bintangdianugrah
Tiada manusia yang dapat mengubah takdir, dari itu bersabarlah sobat. Mungkin semua ini telah rencana Tuhan. Maafkanlah aku sobat, tlah merebutnya darimu. Aku sungguh tak tw jika kau menyukainya, karna setahuku kalian bersahabat. Maafkanlah aku sobat, suatu saat. Jika aku mati nantinya, maka jangan pernah kau tangisi kepergianku. Kepergiaku yang tak diinginkan adalah balasan yang telah kuperbuat darimu sobat. Yang tlah merebutnya darimu. M A AF
Best Friend Forever
Sedangkan dalam kotak yang diterima Dana, terdapat sepasang kalung beserta sepucuk kertas. Yang tertulis
From : Wulandari Bintangdianugrah
Maaf aku tlah meninggalkanmu, kepergianku bukanlah keinginanku. Tapi itu sudah rencana Tuhan. Kuharap kau takkan tangisi kepergianku. Ku mohon kau tabah menjalani semua ini. Dan ku harap kamu dpt jadian ma Mala, dia wanita terbaik yang pernah ada. Lebih baik dari aku, kuharap kau menjaganya dengan baik. Jangan pernah kau sakiti, dia tulus mencintaimu. Dan berikanlah pasangan kalung itu kepadanya, dan ku mohon kau terima semuanya...
I Love You 4EVER
Setelah mereka membaca sepecuk suratnya masing-masing. dana pun langsung menjalankan pesannya Ulan, ia memakaikan kalung itu kepada Mala sambil berkata
“aku sayang kmu” kta Dana dengan terpaksa
Mala hanya tersenyum dan bahagia. Sehari sebelum mereka pergi dari Jakarta, mereka sempat pergi ke makam Ulan.
“Lan skrg aku, dah lakuin pesan kamu. Kuharap kamu bahagia disana”kta Dana
“Iya, Lan. Aku bahagia punya sahabat seperti kamu. Moga kau bahagia disana Lan, kuharap kau merestui kami”kta Mala jga
Lama mereka berada di sana, dan akhirnya mereka pun pergi dari mka Ulan. Rintik hujan pun mengiringi kepergian mereka.
Tiada manusia yang dapat mengubah takdir, karena manusia tak ada yang sempurna. Dan jangan pernah kau slahkan semua yang terjadi. Semua tlah renaca Tuhan, kita sebagai umatnya hanya bisa menerima dan menjalaninya dengan tabah. Semua yang terjadi bukanlah salah takdir.
>SEKIAN<

Selasa, 24 Juni 2014

Cerpen - CUKUP LUKA SAMPAI DISINI

CUKUP LUKA SAMPAI DISINI
>SRI WAHYUNI<

Manusia yang hidup didunia ini, tak selamanya hidup bahagia. Terkadang seorang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Itulah salah satu cobaan yang harus kita lalui. Kita sebagai umat Allah hanya bisa menerima dan menjalani semua yang telah terjadi dengan tabah. Seperti yang terjadi pada Unhy, lebih tepatnya Wahyunirta Anugrah Ilahi. Gadis yang cantik, manis, dan tentunya baik. Harus menerima cobaan yang sangat pahit ini. Sejak ia berumur 15 tahun, ia ditinggalkan oleh kedua orang tua untuk selama-lamanya. Kedua orang tua Unhy meninggal akibat kecelakaan. Pada waktu itu, kedua orang tua Unhy pergi keluar kota. Karena ada tugas yang mereka harus selesaikan. Dan Unhy pun tinggal di rumah dengan di temani oleh pembantunya Bi Siti dan Mang Ucung. Baru setengah jam kepergian orang tua Unhy, Unhy mendapat kabar bahwa orang tuanya kecelakaan
“Apa pak, orang tua saya kecelakaan”kta Unhy kaget saat mendengar kabar dari seseorang
“iya nak, sekarang orang tua anak sekarang dilarikan ke RS Kasih Bunda”kta orang yang menolong orang tua Unhy
“Baik pak, saya akan ke sna sekarang”kta Unhy yang hampir menangis
“Baik nak, Assalamu Alaikum”kta seorang sambil memberi salam
“Wa alaikum salam”jawab Unhy lalu menutup telponnya
Unhy pun segera keluar rumah, dan menjalankan mobil pribadinya. Dan melajulah mobil Unhy di tengah jalan raya. Sesampainya Unhy ke RS Kasih Bunda, ia pun langsung masuk kedalam
“Pak, orang tua saya bagaimana pak? Mereka baik-baik saja kan?”kta Unhy tergesa-gesa
“Sabar nak, dokter sedang menangani mereka”kta seorang tadi
Unhy pun langsung duduk di kursi, yang ada di depan kamar UGD. Dengan cemas Unhy berdoa kepada Allah dalam Hati
“Ya Allah, tolong selamatkanlah kedua orang tuaku Ya Allah. Hanya kepada mu-Lah hamba memohon”doa Unhy dalam hati
Sudah 3 jam dokter menangani mereka, akhirnya dokter pun keluar dari kamar UGD. Namun wajahnya menunjukkan ekspresi sedih.
“bagaimana keadaan orang tua saya dok?”tanya Unhy dengan cemas
“anak harus tabah ya”kta dokter
“memangnya kenapa orang tua saya dok, dia gak kenapa-napa kan?”tany Unhy mencoba menahan air matanya yang hampir jatuh membasahi pipinya
“Orang tua anak telah menghadap kepada Allah Swt. Tuhan telah mengambil orang tua anak, anak harus tabah”kta Dokter
“Apa dok!! Tidak mungkin, ini bohong kan dok. Dokter berbohongkan dok”kta Unhy menangis tidak percaya dengan yang dikatakan dokter
Unhy pun langsung memasuki kamar UGD
“Ma, pa.. mengapa mama, papa tinggalin Unhy ma... pa.... mengapa papa dan mama tiggalin unhy sendiri. Mama dan papa sudah tidak sayang lagi ya sama unhy. Maaa........... pa.......... bangun ma.. paa....”kta Unhy sambil menggoyang-goyangkan tubuh orangtuanya.
***
Acara pemakaman telah usai, unhy masih belum pulang. Ia tak menyangka, semua ini terjadi padanya. Semua kenangan bersama orangtuanya kini sirna begitu saja, ia masih mengingat masa-masanya pada waktu ia pergi rekreasi, jalan-jalan di taman kota. Semua nya kini menjadi kenangan.
“Ya Allah, mengapa engkau mengambil orangtuaku Tuhan. Apakah Engkau membenciku Tuhan, melihatku hidup bebahagia Tuhan. Mengapaaaaaa???”tangis Unhy meledak
“Sudah Un, jangan salahkan Tuhan Un. Semua ini telah terjadi, semua pasti ada hikmanya. Ayo Un ikut kerumah tante”kta Tante Lilis yang sedari tadi ada di samping Unhy
“tpi tan, Unhy masih pengen disini. Kalo tante ingin pulang, tante pulang aj. Unhy gak pa-pa kok disini.”kta unhy
“ya udah, tante pulang duluan ya. Nanti tante hubungi Dimas untuk menjemput kamu ya” kta tante Lilis
Unhy diam saja, akhirnya tante Lilis pun meninggalkan Unhy sendirian di makam Orang tua unhy. Tak terasa hari sudah sore, akhirnya Unhy pun pulang. Dimas yang sedari tadi menunggunya di depan langsung berkata
“dah mw pulang,”kata Dimas
Unhy hanya menjawab dengan anggukan kecil. Akhirnya mereka pun pulang ke rumah tante Lilis. Unhy kini tinggal di rumah Tante Lilis, sedangkan rumah Orang tua unhy di jaga oleh Bi Siti dan mang Ucung. Karena menurut pesan orang tua unhy kepada Tante lilis sebelum orang tua Unhy meninggal dunia. Ia menyampaikan pesan bahwa, jika pada suatu waktu mereka meninggal. Rumah mereka dan seluruh perusahaan mereka akan jatuh ke tangan unhy ketika sudah berumah tangga. Dan rumah itu bru ditempati ketika unhy sudah berumah tangga. Jadi sekarang Unhy harus tinggal di rumah tante Lilis. 30 menit kemudian, akhirnya Unhy dan Dimas pun sampai di depan rumah Tante Lilis. Unhy pun turun dari mobil Dimas dan masuk ke rumah tanpa basa-basi. Dan dimas pun langsung memasuki mobilnya ke garangsi depan rumahnya. Dimas adalah anak sahabat teman Tante Lilis. Lebih tepatnya Dimas Parawijayah, dimas adalah cowok yng banyak di sukai cewek-cwek disekolahnya. Dia tampan dan tentunya baik. Rumah tante Lilis dan rumah Dimas hanya di pisahkan oleh jalan raya. Itu berarti rumahnya tante Lilis dan rumah Dimas berhadapan.
******
Malam ini begitu sunyi, Unhy masih duduk ditengah taman halaman rmahnya. Ia masih belum terima dengan semua kenyataan ini. Saat Unhy berdiam diri di tengah taman halaman rumahnya. Tiba-tiaba........
“Hehhh!! Ngelamun aja....”kta Dimas tiba-tiba
“ah! Iya... ngagetin aja lo. Kayak nggak ada kerjaan”kta Unhy kaget
“hehehe! Sorry, ngapain sih lo duduk di taman ini sendiri lagi?”tnya Dimas
“justru gw yang mw nanya, ngapain lo ke sni?”tnya Unhy balik
“ya..! gw... tadi..ee, tadi”kta Dimas gugup mw bicara apa
“tadi ap,, hayooo”kta Unhy
“e,,ee, tadi ,, tadi gw disuruh ma tante lo, ya tdi gw disuruh ma tante Lilis”jawab Dimas
“beneran nihhh!”kta Unhy curiga
“ya beneran, masak gw bohong”jawab Dimas mencoba menyakinkan Unhy
“o, mang lo disuruh ap?”tanya Unhy
“gw di suruh buat jagain lo”kta Dimas mantap
“ah! Jagain gw. Jangan-jangn lo bohong lagi ma gw”kta Unhy mulai curiga
“iya-iya gw ngaku, gw gak di suruh ma tante Lilis. Gw cma mw ketemu lo”kta Dimas jujur
“o, mang lo ad perlu ap ma gw?,”tanya Unhy
“ya, gw cma nanya. Besok lo mw masuk SMA ap, sebagai siswi pindahan?”
“gw jga gak tw, mungkin SMA Cendrawasih. Itu pun blum pasti, mang npa?”tanya Unhy balik
“o, ya cma nanya aj. Nggak bleh ya?”
“Ya, bleh lah aj”jwb Unhy
“o,,”kta Dimas
Lama mereka berbincang-bincang,tak terasa sudah pukul 20.12 WIB. Akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
****
Ayam telah berkokok, dan matahari kini sebentar lagi menampakkan sinarnya. Menggatikan tugas sang Bulan yang menyinari bumi ini pada malam hari. Jam sudah menunjukkan 05.01 WIB. Dan adzan telah dikumandangkan, membuat Unhy terbangun. Ia pun segeramengambil air wudhu untuk melaksanakn shalat subuh. Setelah shalat subuh, Unhy pun segera mandi. Setelah mandi Unhy pun memakai seragam sekolahnya. Selesai sudah persiapannya, ia pun langsung menurungi tangga untuk sarapan.
“Pagi tante!”sapa Unhy
“Pagi Un!”
Unhy pun menuju meja makan untuk sarapan, setelah sarapan Unhy pamit sama Tante Lilis.
“Tan, Unhy berangkat ke sekolah dulu”pamit Unhy
“iya Un, Hati-hati dijalan ya”kta tante Lilis
“Sip deh Tan”kta Unhy
Unhy pun berangkat ke sekolah dengan di antar oleh sopir pribada tante Lilis. Akhirnya unhy pun sampe di sekolah barunya yaitu “SMA Cendrawasih”. Unhy pun menghadap ke pak Kepsek, dan akhirnya di antar oleh pak Kepsek menuju ke kelas X 1. Saat masuk ke kelas X1
“Pagi anak-anak!”sapa pak Kepsek
“pagi pak !”jwb seluruh siswa X1
“hari ini kita kedatangan siswi baru, Unhy silahkan perkenalkan dirimu”
“baik pak”jwab unhy
“Hai teman-teman, perkenalkan nama saya Wahyunirta Anugrah Ilahi. Saya siswi pindahan dari SMA Matahari. Semoga teman-teman bisa jadi temen saya”kta Unhy memperkenalkan dirinya
“Unhy kamu bisa duduk dimana kamu suka”kta pak Kepsek
“Un, sini”kta Dimas menawarkan tempat duduk di sampingnya
Akhirnya Unhy pun memilih duduk disamping Dimas. Dan hari ini pun berlalu begitu saja.
***
Hari demi hari berlalu, tak terasa Unhy dan Dimas tlah bersahabat selama satu tahun lebih. Mereka selalu bersama dalam suka dan duka. Namun semua tak berlangsung lama, akhir-akhir ini Dimas sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan apapun. Walaupun rumah Unhy berhadapan dengan rumah Dimas tapi bukan berarti Unhy sering datang ke rumah Dimas. Hanya Dimas yang sering main ke rumah Tante Lilis. Hari ini sudah 2 minggu Dimas tak masuk sekolah, akhirnya unhy pun berencana untuk pergi kerumah Dimas sehabis pulang sekolah.
Akhirnya bel sekolah pun berbunyi, Unhy pun segera keluar dari ruangan kelas. Sesampai Unhy didepan rumah Dimas, Unhy pun langsung mengetuk pintu
“Assalmu alaikum”kta Unhy memberi salam
“Wa alaikum salam”kta seorang yang membuka pintu dan ternyata itu Aga kakak Dimas
“Kak, Unhy mw nanya kok akhir-akhir ini Dimas sering gak masuk sekolah ya?”tanya Unhy ke Aga
“maaf dek, sebenarnya kakak juga gak enak omongnya. Tapi ade harus tabah ya?”kta Aga dengan nada yang tak enak di dengar
“Emengnya Dimas kenapa kak?”tanya Unhy penasaran
“Gini dek, akhir-akhir ini Dimas tidak naik sekolah. Soalnya dia sedang berada di RS dek”jawab Aga
“Dimas ada di RS memangnya siapa yang sakit kak?”tanya Unhy
“Dimas kena kanker otak, ia menderita satu tahun yang lalu. Dan menurut dokter hidupnya tinggal seminggu lagi dek”kta aga
“Masa Allah, sekarang Dimas berada di RS mana ya kk?”tanya Unhy lagi
“RS Mentari dek”jawab Aga
“Och, klo gitu Unhy ke sana dulu ya kak. Assalamu alaikum”pamit Unhy
“Wa alaikum salam”jawab Aga dan langsung menutup pintu rumahnya
Unhy pun segera pergi ke RS Mentari, ia sudah minta izin sama Tante Lilis. Dan Tnte lilis mengijinkannya arena ia thu bahwa Dimas adalah sahabatnya. Orang yang membuat unhy bangun dari keterpurukannya setelah ditinggal pergi oleh Orang tuanya.
Di RS Mentari, Unhy pun segera menuju ke kamar Dimas. Ia melihat Dimas terbaring lemah. Unhy pun tiba-tiba menangis
“Ya Allah, tolong selamatkan dia. Dia adalah sahabat ku yang pernah membuatku bangun dari ketempurukan setelah hamba di tinggal pergi oleh orangtua hamba.”doa Unhy dalam hati
Tiba-tiba Dimas sadar, ia memanggil Unhy. Dokter pun mengijinkan unhy untuk bertemu dengan Dimas. Akhirnya Unhy pun masuk ke ruangan Dimas, dimana Dimas sedang terbaring lemah. Saat bertemu dengan Dimas, Dimas hanya menyampaikan pesan kepada Unhy
“Jaga baik-baik dirimu Un, karena aku tak mungkin menjagamu selamanya. Aku, kamu, BERST FRIEND 4EVER”kta Dimas dan saat itu pun nyawa Dimas melayang
“Dimas bangun, Dimas bangun, mana janjimu Dimas. Katanya kamu akan menjagaku, mana.......”kta Unhy menangis sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dimas.
Akhirnya Unhy pun merasakan rasa sakit untuk yang kedua kalinya.
***
Acara pemakaman Dimas pun telah usai, Unhy masih memandangi kuburan Dimas. Tiba-tiba datang Aga. Aga memberi Unhy sepucuk kertas dan pergi. Unhy pun membuka sepucuk kertas tersebut dengan tulisan yang bertintah biru
From : Dimas Parawijaya
 Maaf karena aku telah mengingkari janji, aku tak pernah berniat untuk meninggalkanmu. Tapi mungkin ini adalah rencana Tuhan. Maaf telah membuat mu terluka, kumohon kau jangan tangisi kepergianku. Walaupun kini ragaku telah pergi, tapi aku akan tetap di hatimu. Karena aku, kamu BEST FRIEND 4EVER.
Tak terasa Unhy telah menjatuhkan air mata, lalu berkata
“Ya Tuhan, moga luka ini cukup sampai disini. Sudah cukup mama, papa, dan Dimas telah pergi meninggalkanku. Ku harap luka ini berhenti sampai di sini. Tuhan dan jika ku temukan seorang yang berarti bagimu. Hamba mohon jangan kau ambil dia. Dan hamba mohon semoga luka ini berhenti sampai disini”doa Unhy
Bersamaan itu rintik-rintik hujan mulai membasahi bumi ini. Dan Unhy pun segera pergi meninggalkan makam Dimas sendiri
***
SEKIAN

Cerpen - KASIH TAK SAMPAI

Kasih Tak Sampai
    Di taman, Ara duduk sendiri melihat orang yang lalu lalang. Tiba-tiba dari belakang, Wahyu datang dan menutupi mata Ara dengan tangannya.
“Ayo tebak, siapa aku ?”kata Wahyu
“Hmm, Wahyu kan ?”jawab Ara. Wahyu pun melepas tangannya.
“Tahu aja kamu”kata Wahyu yang langsung duduk di samping Ara.
“Iya dong, siapa juga sih yang gak tahu ma kamu yang jail ini”jawab Ara sambil mencubit lengan Wahyu dengan gemes.
“Aauu, sakit tahu”kata Wahyu menahan cubitan Ara.
“Hehehe, sorry deh”kata Ara minta maaf.
    Sesaat mereka pun berdiaman, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. dan akhirnya Wahyu pun memulai topik pembicaraan.
“Ra, nanti malam kamu ada acara gak ?”tanya Wahyu
“Hmmm, gak tuh. Mang napa ?” tanya Ara balik
“Nanti malam, aku mau ngajak kamu pergi ke Pantai. Itu sih kalau kamu mau”jawab Wahyu
“Ooo, mau ke Pantai. Kayaknya asik tuh. Oke deh, aku mau”kata Ara mantap
“Nanti aku jemput pukul 19.30 WITA ya”tanya Wahyu
“Iyya deh”jawab Ara
Tepat pukul 19.30 WITA, Wahyu dan Ara pun berangkat ke Pantai. Setengah jam telah berlalu. Akhirnya mereka sampai di Pantai.
“Wah, tempatnya rame banget ya malam ini”kata Ara kagum
“Ya iyalah rame. Malam ini kan malam minggu. Wajarlah tempat ini rame dengan pasangan muda-mudi”kata Wahyu
“Oh iya, baru keinget kalau malam ini, malam minggu. Hehehe”kata Ara tertawa kecil
“Mending kita ke tepi pantai aja yuk ?”ajak Wahyu
“yuk”kata Ara
    Mereka duduk di tepi Pantai, melihat lautan luas. Di tambah bulan bersinar sempurna di temani oleh sahabatnya bintang yang bertaburan di langit dengan cahayanya yang berkelap-kelip. Jadi malam ini menjadi malam yang terindah bagi pasangan muda-mudi yang lagi malmingan.
“Yu, disini indah banget ya ?”tanya Ara yang sangat menikmati indahnya Pantai itu. Ya maklum lah Ara kan gak pernah pergi ke Pantai, biasanya yang ia kunjungi puncak gitu.
“Iyalah Ra, kalau aku lagi sedih. Pasti aku selalu pergi ke Pantai ini menenangkan pikiranku.”jawab Wahyu
“Ow”kata Ara
Sesaat mereka terdiam. Tiba-tiba Wahyu membuka suara.
“Ra, ada sesuatu yang aku omongin sama kamu”kata Wahyu
“Ya, ngomong aja. Mang kamu mau ngomong apa ?” tanya Ara
“oya Ra, kitaa kan udah temenan kurang lebih 7 tahun nih. Apa kamu ada rasa ma aku, Ra ?” tanya Wahyu menggenggam tangan Ara
“maksud kamu yu ?” kata Ara gak ngerti
“Ra, sebenernya aku udah lama suka kamu, kamu mau gak jadi penghuni hati aku yang sepi ini ?” tanya Wahyu
“maaf yu,” kata Ara melepas genggaman Wahyu
“bukannya aku nolak cinta kamu, tapi..”kata-kata Ara terputus
“tapi apa Ra ?” tanya Wahyu
“aku udah di jodohin ma Rahmat, aku gak mungkin nolak perjodohan itu, karena aku gak berdaya di hadapan kedua orang tua aku”jawab Ara menahan air matanya yang mulai jatuh. Dia pun lari meninggalkan Wahyu yang diam terpaku di sana.
    Udah 2 minggu ini, wahyu tidak bertemu dengan Ara. Bahkan di kampus pun wahyu jarang melihat Ara. Siang ini wahyu menunggu ara di taman, yang biasanya jadi tempat mereka duduk. Tapi udah setengah jam, wahyu menunggu namun ara tak kunjung datang. “apa Ara menjauh dari aku ya? Atau lagi sibuk nyiapin pesta pernikahannya dengan rahmat?”kta wahyu dalam hati.
    Di sisi lain, Ara masih terbaring lemah di kamar rumah sakit. Sebenarnya Ara mengindap penyakit yang mengganaskan, ia terpaksa bohongin wahyu, kalo dia dijodohi, karena ia tak mau wahyu akan merasa sedih dan bersalah karena tidak bisa menjaga sahabat yang amat ia sayangi.
“maa,,” panggil ara pada mamanya yang ada di sampingnya
“ya ara, kamu baru sadar sayang, mama panggil dokter ya?”kta mamanya
ara hanya menjawab dengan anggukan kecil. Akhirnya mama ara pun keluar dari kamar untuk mengabarkan dokter bahwa ara telah sadar. Beberapa saat kemudian, dokter pun datang.
“hai ara,”sapa dokter
“hai juga dok,”balas ara
“bagaimana kabar kamu skrang, dokter periksa ya”kata dokter
“iya dok”balas ara lagi
Dokter pun memeriksa Ara, setelah memeriksa ara.
“bagaimana dok putri saya”tanya mamanya ara
“keadaannya udah membaik, besok ia bisa pulang. Namun ia jangan lupa teratur minum obat, biar cepat sembuh”kata dokter
“baik dok”kata mama ara
Esoknya, ara pun akhirnya pulang. Sesampai di rumah.
“akhirnya, aku sampai di rumah ini. Setelah beberapa minggu aku tinggalkn”kta ara
ara pun langsung menuju ke kamarnya yang ada di pojok kanan ruang tamu. Ara pun merebahkan tubuhnya, capek akan penyakit yang ia derita. Teringat semuanya saat bersama wahyu sahabatnya itu.
“gimana ya, kabarnya wahyu? Dh lama gak ketemu”kata ara
ara pun berkeinginan untuk nemuin wahyu di rumahnya.
“ma, ara pengen ke rumah wahyu ya ma?”pinta ara pada mamanya
“tapi kan ra, kamu baru sembuh”kata mamanya khawatir
“please ma..”pint ara
“ya udah deh, tpi kamu jaga kondisi kamu ya”kata mama ara
“sip mam”kata ara gembira sambil mencium pipi mamanya.
“ara pergi dulu ya ma”pamit ara
“ia sayang”kata mamanya dengan cemas
Sesampainya di rumah wahyu, ara pun memberi salam sambil mengetuk pintu. Namun tak ada seorang pun yang menanggapinya. Akhirnya ara pun pulang dengan kecewa.
Disisi lain, wahyu baru selesai jalan-jalan dengan pacar nya Inaya. Saat pulang, ia melihat ara jalan kaki di sisi kiri jalan raya dengan muka murung. Namun, ia berfikir mungkin salah liat aja. Karena akhir-akhir ini, ia selalu mimpi buruk tentang ara. Di dalam mimpinya, ara meninggalkannya untuk selamanya.
Ara bru smpai di rumahnya, pas dhuhur. Ia pun langsung merebhkan badannya di ranjang.
“mungkin wahyu, lagi belajar kelompok di rumah temannya”pikir ara n akhirnya tertidur.
Sore ini , ara gak seperti biasanya. Mukanya pucat banget, kayak mayat hidup aja. Namun, semua itu tak mengurutkan niatnya untuk pergi ke rumah wahyu lagi untuk kedua kalinya. Sesampai di rumah wahyu, ia pun mengetuk pintu. Namun, tak jadi. Krna mendengar suara di taman belakang rumah wahyu. Ia pun pergi ke kebelakang, alangkah sedihnya ara. Saat melihat, wahyu kini telah melupaknnya, ia melihat wahyu bersenda gurau dengan cewek lain yang kemungkinan adalah pacarnya. Memang ara tak berhak untuk itu. namun, apakah harus seorang sahabat di campakkan begitu saja. Ia pun hanya tersenyum tipis, melihat kebahagiaan mereka. Sambil berjalan mundur n lari di sertai dengan gerimis yang akhirnya menjadi hujan deras.
Wahyu yang mengetahui keberadaan ara tadi, lalu meyusulnya di tengah derasnya hujan. Ia meningglkan Inaya begitu saja yang diam terpaku.
“Ra”panggil Wahyu
ara pun menghentikan langkahnya, dan membalikkan badannya. Lalu tersenyum pada wahyu. Senyum yang memberi ketenangan.
“ra, kamu tdi kenapa pergi?”tanya wahyu
“hmm, aku Cuma gak mau ganggu kamu kok”kata ara diiringi dengan senyumnya
“oya, kapan nih acaranya?”tanya wahyu
“hmmm, besok udah harinya, dtang ya”kata ara sambil berlari. Meninggalkan wahyu disana.
“ternyata, kamu bakal ninggalin aku ra. Aku pasti datang besok, walau harus terluka melihat kamu duduk berdua di pelaminan bersama rahmat. Jujur ra, di hati ini masih ada kamuu. Walau kini, aku tlah milik inaya”kata wahyu dlaam hati.
Gak ada yang bakal tahu kapan maut memanggil kita, ditengah derasnya hujan. Penyakit ara kambuh lagi, ia tersungkur di tanah, untungnya Alif temn ara kebetulan lewat disana. Ia melihat ara tergeletak disana. Ia pun membawanya ke RS dan menghubungi kedua ortu Ara.
***
Pagi ini, wahyu sudah bersiap-siap tuk pergi ke pesta pernikahan ara. Ia tak mengetahui bahwa kini ara udah gak ada. Sesampai di rumah ara, ada yang berbeda. Gak ada tenda biru yang berdiri, gak ada suara ria yang terdengar namun suara tangis pilu yang terdengar. Semua orang yang lalu lalang pun pake baju serba itam. Di sana pun juga ada keranda. Wahyu pun bertanya-tanya dalam hati. “siapa yang meninggal ?”
Dengan sedikit keberanian yang ia punya, ia pun memasuki rumah ara. Bagaikan petir di siang bolong,  mentari seakan tak menampakkan sinarnya, terasa dunia telah kiamat, yang wahyu rasakan. saat melihat yang terbaring kaku disana adalah ara. Hati wahyu miris, melihat kenyataan ini.
“tante, ia bkan ara kan?”tanya wahyu terbata-bata
“tabahkan hatimu nak, sahabat engkau tlah meninggalkan kita semua.”jawab mamanya ara
“tapikan tante, ini hri pernikahan Ara”kata wahyu
“Ara Cuma ngarang cerita aj, biar kamu gak tambah sakiit saat nerima kamu. Ia sngat sayag kamu, hingga ia merahasiakan semuanya. Ia takut nanti kamu bakal merasa bersalah, gak bisa jaga dia.”kata wahyu
Hari pernikahan Ara yang ia kira, ternyata adalah hari kepergian bunga mawarnya yang kini tlah layu di taman hatinya. Ia pun mengiringi ara ke pemakamannya.
Wahyu masih memandang makam ara. Di atas gundukan tanah yang bertuliskan nama Nalaratista Mestariqla. Ia menangis dan menyesali perbuatannya. Ditengah tangisnya, mama ara memberikannya sepucuk surat. Yang bertuliskan :
For : wahyu pratama
    detik demi detik kian berlalu, gak kerasa ya persahabatan kita udah hampir 8 tahun. Apa kabar yu ? kamu baik-baik aja kan. Oya yu, jika akhirnya aku gak ada, kamu jangan sedih ya. Apa lagi sampai nangis, malu tahu. Masa ada cowok cengen sih. Oya yu, maafin aku ya. Waktu itu gak bisa nerima kamu, karena aku takut kamu bakal tambah sakitt jika aku nerima kamu. Yu, sebenernya akuu tak pernah di jodohin ma Rahmat, aku Cuma ngarang cerita aj. Biar kamu sakit, daripada nanti kamu bakal lebih sakit lagi, kalo kamu tahu bahwa kini aku gak ada lagi. Maaf y Yu, doain aku ya. Makasih atas semuanya, yang pernah kamu berikan ma aku. Aku sayang kamu. Ara
“ra, walaupun kini ragamu telah tiada, namun nmamu tertanam di dalam hatiku. Dan bila waktunya tiba tuhan mengijinkan aku tuk menyusulmu, aku akan kembali padamu. Bukan sebgaai sahabta tapi sebagai pendampingmu di sana. Tunggu aku Ra, di sana” kata wahyu
Hari itu yang mendung kini berganti cerah mengiringi langkah wahyu tuk kembali ke rumhnya. Di alam sana,  Ara pun membalas perkataan wahyu.
“bila, waktu itu tiba aku akan menjadi milikmu, aku akan menunggumu di  sini Yu, smpai Tuhan mengijinkan kita bersatu di tmpat ini kelak.”