Kamis, 26 Juni 2014

Cerpen - BUKAN SALAH TAKDIR

Bukan Salah Takdir
>Sri Wahyuni<

Di sebuah sekolah menengah atas, terselip sebuah kisah persahabatan yakni Wulandari Bintangdianugrah dan Nirmala Sari. Mereka bersahabat sejak mereka kecil, namun persahabatan mereka tak berlangsung lama,hanya karena seorang cowok yakni Danar Pratama Wardana. Akankah persahabtan mereka akan berakhir? Ikutilah sebuah cerita di bawa ini!
***
Wulandari Bintangdianugrah adalah gadis yang cantik dan manis, dia biasanya dipanggil Ulan. Ulan mempunyai sahabat bernama Nirmala Sari, gadis cantik, manis. Tapi sayang ia mempunyai sifat egois. Mereka bersahabat sejak mereka memasuki bangku Sekolah Dasar. Sampai sekarang saat mereka menduduki bangku SMA, mereka tetep bersahabat. Walaupun mereka beda kelas.
Disuatu waktu....
Saat istrahat Ulan dan Mala ingin pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan, di tengah jalan Ulan bingun melihat tingkah sahabatnya. Akhirnya Ulan berani berkata
“Mal,, hari ini kelihatannya seneng banget. Mang da apa, crita dong???” goda Ulan.
“iya Lan, hari ini emeng gue seneng banget. Soalnya sahabat kecil gue pulang dari luar negeri.” Kata Mala dengan wajah seneng
“ouw,,, ”kta Ulan bingun melihat tingkah sahabatnya itu.
Dan Ulan terdiam menatap kosong pohon mangga yang ad di hadapannya, entah apa yang dipikirkan. Mala yang sedari tadi melihat Ulan ngelamun, akhirnya membangunkan Ulan dari lamunannya
“woi, ngelamun aja”kata Mala mengagetkan Ulan
“ah! Ya ada apa sich”kata Ulan kaget
“Yuk kta ke kantin, laper nich”kata Mala mengajak Ulan
“oh,iya ayo”jawab Ulan yang sedari tadi ngelamun
***
Hari ini, kelas A I kedatangan siswa baru yang merupakan kelas Ulan. Kata temen-tmen Ulan, anak baru itu dari luar negeri. Namun Ulan tak menghiraukan kata temen-temennya.
Bel sekolah pun berbunyi
Seluruh siswa pun, memasuki kelas masing-masing. Di koridor sekolah bapak kepsek dan siswa baru berjalan menuju ke kelas A I. Setelah memasuki kelas A I
“pagi anak-anak”sapa pak kepsek
“pagi pak”jawab semua siswa A I
“anak-anak hari ini, kelas ini kedatangan siswa baru. Dana silahkan perkenalkan dirimu”kata pak kepsek
“baik pak”jawab Dana
“Hai teman-teman, nama saya Danar Pratama Wardana. Temen-teman bisa panggil saya Dana, semoga temen-temen seneng sama saya”
“nah, dana kamu bisa duduk di sebelah Ulan”kata pak Kepsek, sambil menunjuk bangku kosong di sebelah Ulan yang sebenarnya tempat duduk Lina.
“Ah! Bapak disebelah saya kan ada Lina Pak, nanti kalo lina naik dia duduk dimana pak??”kta Ulan tidak setuju
“Ulan tidak boleh begitu, Lina akan duduk dibelakang. Nah Dana kamu bisa duduk di sebelah Ulan.”
“baik pak”kta Dana
Dana pun berjalan menuju ke bangku kosong di sebelah Ulan, dan duduk di sebelahnya. Setelah dana duduk, bu Isma. Masuk ke kelas A I, dan memulai pelajaran selama tiga jam.
Akhirnya bel tanda istrahat berbunyi....
Ulan pun keluar dari kelasnya dan menuju ke kelas A II untuk menemui sahabatnya yaitu Mala. Saat itu dari arah berlawanan terdapat seorang cowok  yang sedang membawa beberapa buku, ternyata cowo itu Dana yang disuruh menaruh buku ke perpus oleh Bu Sinta yang sedang belajar di kelas A II saat itu. Ulan yang saat itu buru-buru, akhirnya menabrak Dana dan semua buku yang di bawa Dana pun berseraka di lantai.
“sorry, gue nggak sengaja”kta Ulan
Karena Ulan merasa bersalah akhirnya ia membantu Dana untuk mengumulkan buku yang dijatuhkan tadi.
“Nggak pa-pa ko”kta Dana
Ulan pun memunguk buku-buku yang jatuh tadi, dan memberikannya ke Dana.
 “nih buku....,, Kmu”kta Ulan dan buku yang tadi dipegangnya jatuh.
“Eh! Kalo jalan tuch pake mata???”kta Dana
“Yeee,, emeng yang  jalan tuch mata apa, kaki kalee. Lo tuch pke bawa buku banyak-banyak segala. Kayak guru2 aja lo”kta Ulan
Dari jauh terlihat Mala menuju ke Ulan dan Dana yang sedang bertengkar, Mala pun mempercepat langkahnya
“Eh! Ada apa sich ribut2 kaya anak kecil”Kta Mala saat sampe ke Ulan dan Dana
“ini lo Mal, cowo belagu itu”kta Ulan sambil menunjuk Dana
“Eh! Apa lo bilang, lo katain gue cowo belagu. Lo tu yang belagu”kata Dana
“Eh! Sembarangan lo, lo tuch” kta Ulan lgi
“Elo”kta Dana
“aduh! Udh dong, Eh! Mas Dana, maafin sobat Mala ya mas”kta Mala
“iya nggap pa-pa kok, lain kaliajarin yach sahabatnya yac Mal”
“Sip dech mas”kta Mala tnda setuju
“Eh! Jadi kalian dah saling kenal???”tanya Ulan bingun
“iya, napa??? Masalah buat lo???”Jawab Dana
“Masalah banget dech, sahabat gue tuch kenal ama lo yang belagu”Kata Ulan
“Eh! Lan nggak boleh gitu, dia itu temen kecil aku Lan. Yang kemarin gue ceriitain”Kta Mala panjang lebar
“Apa!!!”kata Ulan kaget
“yuk lan, kta ke kantin” kata Mala sambil menarik Ulan
“Mas Dana, Mala dan ulan ke kantin dulu ya” kata Mala pamit
“Ya,,,” kta Dana singkat
Ulan Dan Mala berlalu dihadapan Dana, Dana melihat ke dua cewek tadi sampai tak lagi kelihatan, tiba-tiba terlukis segaris senyum pada diri Dana. Dan akhirnya Dana melanjutkan memunguk buku-buku yang tadi berserakah dilantai. Dan pergi ke ruangan Bu Sinta untuk menympan buku-buku tadi. Beberapa saat kemudia, bel pun berbunyi tanda masuk dan memulai pelajaran. Tak terasa bel berbunyi tanda waktu pulang. Seluruh siswa pun berhamburan keluar kelas.
Disebuah ruangan A I, masih ada Ulan yang sibuk menatah buku-bukunya yang banyak. Mala yang sedang menunggunya pun berkata
“Lan dah usai blum???”tanya Mala
“Bentar, gie dikit nie. Tunggu dikit napa???”jawab Ulan
Lama sudah Mala menunggu Ulan, akhirnya Ulan pun keluar dari kelasnya dengan membawa buku yang sangat banyak. Mala yang sedari tadi nungguin Ulan, malah kaget
“ya ampun,,, banyak amat tuch buku lo Lan???”kta Mala
“hheheh,,, sorry”jawab Ulan sambil nyegar nyengir
“yuk pulang”kta Ulan Lagi
“yuk”jawab Mala
Mereka pun pulang ke rumah, di tengah perjalanan. Handpone Mala berbunyi, Mala pun segera mengangkat telpon nya. Setelah lama berbincang dengan seseorang yang tdi menelpon Mala. Akhirnya, mala pun berkata
“Lan, sorry yach,, gue duluan. Alnya ade gue masu RS nih, sorry banget yac???” kata Mala
“ya gpp kli,  buruan sana”kta Ulan
“thank’s yac”
“ya”
Akhirnya Ulanpun berjalan sendirian untuk pulang, ditengah perjalanan. Ulan pun dihadang oleh tiga preman.
“Eh! Ada ap ni, mw copet yach”kta Ulan
“hahaha,, thu aj lo klo kita2 mw jambret, cpat serahin nggak dompetnya,atau kmu akan kami bunuh” kta salah satu preman
“hah, jangan. Tolong,,, tolong” Ulan berteriak
 “Hei,, kalian cma berani ama cewek, klo lo,lo lo, berani hadapain gue”kta cowok itu yang ternyata Dana
“OK, siapa takut”jawab salah satu preman itu
Akhirnya perkelahian pun tak dapat di hindari, dengan sigap tiga preman tersebut runtuh. Akhirnya Dana pun menang.
“Ok, gw ngakuh kala”
“itu lom seberapa”kta Dana
Karena Ulan diselimuti rasa takut, akhirnya kabur. Dan sampailah di rumah dengan selamat.
_ _ _ _ _ _ _ _ _
Malam nya Ulan tak dapat tidur, karena merasa bersalah kepada Dana. Dan dia pun berniat untuk meminta maaf kepada Dana sekali gus untuk mengucapkan terima kasih, karena tlah menyelamatkannya
_ _ _ _ _ _ _ _
Pagi harinya Ulan pun berangkat lebih awal dari sebelumnya, dan setelah sampai di depan gerbang sekolah. Dia pun turun dari mobilnya dan masuk ke dalam halaman sekolah. Bel tanda masuk pun berbunyi, namun sosok Dana belum kelihatan. Kini rasa khawatir mulai menghantuinya. Sampai pulang dia tak menemukan Dana. Karena khawatir akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya pada Mala, temen kecil Dana
“Mal, lo thu nggak knpa Dana nggak msuk school???”
“setahu gw tuch, kmarin dia di hajar preman. Soalnya dia nyelamatin seseorang gitu. Truss dibawa  kerumah sakit”
“ouw,, gitu yach. Emeng rumah sakit apa”
“klo nggak salah RS AMALIA dech”
“oh, tanks yac”kta Ulan sambil berlalu dihadapan Mala
“Tpi gw blum selesai, hei tugguin gw. Sialan?”omel Mala
_ _ _ _ _ _
Di rumah sakit, Ulan pun langsung menuju ke ruang UGD. Setelah sampai di kamar Dana, dia pun mendekatinya dan berkata
“Dan,, maafin gue, gue kemarin lari alnya gue takut banget. Dan gue masih banget dech ma kamu. Gue mohon lo bangun yach, gue janji klo lo bangun. Gue mw lakuin apa aj yg lo mau.”kta ULAn
“Bener nich, lo mw lakuin yang gue mw”kta Dana
“Jdi lo ggak tdr???”
“klo gw tdr mna mungkin gue denger yg lo blg”
“Sialan lo”
“Tapi, lo yg mw kan. Klo gw bangun lo mw lakuin apa aja, nah skrg lo temenin gw disini. OK”
“hmmm,, OK dec”
Beberapa lama kemudian dokter datang dan berkata waktunya minum obat. Namun, Dana tak langsung meminumnya hinggak dokter itu keluar.
“boleh minta tolong. Tolong buangkan obat ini ke tong sampah”
“dibuang?” ulan bingun obat yang ada di tangannya hendak dibuang. “Eh...loe harus minum ini obat biar loe cepat sembuh”
“Gue Cuma luka kecil. Gak perlu minum obat. “Sebenarnya bukan itu alasannya tapi karena ia takut makan obat.
“gak bisa. Loe harus minum sekarang.” Ulan memberikannya pada Dana.
“Enggak Lan, gue nggak mau” ulan memaksa memasukkan obat ke mulut Dana. Karena Dana gak suka
“ emeng siapa sih lo maksa gue minum obat?” teriak Dana marah
“BUKK....” Ulan menumbuk wajah Dana. “Ini sebagai tanda terima kasih gue karena loe udah nolong gue. Maka dari itu loe harus sembuh”
“Gila ni cewek, bisa habis gue kalau di pukul terus-terusan. Gak tahu apa rasanya sakit. Lagi pula gue kan lagi sakit.” Ujar Dana dalam Hati
“Rasanya pahit Lan, gue nggak suka. Jangan paksa gue”ujar Dana akhirnya mengakui kelemahannya.
“Loe bisa minum madukan usai makan obat?”
“Tapi.....” pembicaraan Dana langsung terhenti karena obatnya langsung dimasukkan semuanya kemulutnya. Hendak dimuntahkan, Ulan langsung menuangkan minuman ke mulutnya. Dalam sekejap obat itu habis.
“ Madu.....madu....!“ jerit Dana
“......“ Ulan malah tertawa melihat tingkah Dana kayak anak – anak.“ Gak ada madu. Ini supaya loe biasa makan obat.“ Balas Ulan sambil berlalu di hadapan Ulan.
_ _ _ _ _
Suara adzan telah dikumandangkan. Ulan pun terbangun dan beranjak kekamar mandi untuk berwudhu, dan mendirikan shalat subuh. Usai shalat subuh Ulan pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi. Usai mandi Ulan pun memakai baju seragamnya dan sedikit make-up. Usai sudah mempersiapkan dirinya, ia pun turun ke bawah untuk sarapan.
“Pagi ma, pa”sapa Ulan
“Pagi Lan, tumben anak mama pake make-up”kata Mama Ulan
“hehehe, ya gak pa-pa kan ma”kta Ulan nyengar-nyengir
Ulan memang gak terlalu suk memakai make-up, ia hanya suka memakai natural. Tapi hari ini ia tampak beda. Ada apa ya dgn Ulan???
Usai sarapan pagi, Ulan pun pamit
“Ma.., Ulan berangkat sekolah dulu y Ma. Assalamu alaiku”pamit Ulan
“Ya nak..., walaikum salam. Hati-hati dijalan ya?”kata mama Ulan
“Iya ma”kata Ulan
Akhirnya Ulan pun berangkat ke sekolah. Setelah sampe Ulan pun turun dari Mobilnya dan masuk menuju ke kelasnya. Saat memasuki kelasnya
“masih sepi..”kata Ulan sambil berjalan menuju ke tempat duduknya
Ulan pun menyimpan tasnya di bangkunya, dan ia melihat sepucuk kertas dan setangkai bunga mawar. Ulan pun mengambil sepucuk surat itu, tulisannya bertintah merah, ia pun membacanya
Pagi Lan,,
Moga kau jalani hari ini dengan ceria, aku ingin setiap hari melihatmu tersenyum.
Tak terasa Ulan pun tersenyum, dan mengambil setangkai bunga mawar itu.
“Siapa ya, yang memberiku sepucuk surat dan setangkai bunga mawar?”kata Ulan dalam hati
Tak terasa kelas sudah rame, Ulan pun menyimpan surat dan bunga itu ke dalam tasnya. bel telah berbunyi, semua siswa pun masuk ke kelas masing-masing. hari ini Lina tlah naik sekolah dan Dana juga telah sembuh. Secara bersamaan Lina dan Dana pun duduk di samping Ulan.
“Eh! Siapa sih lo? duduk di samping Ulan.”Kta Dana
“Justru gw yg nanya, siapa lo? Duduk di samping Ulan. Gw Herlina Putri tmen nya Ulan”kta Lina
“Gw anak bru disini, dan gw disuruh duduk di samping Ulan, Lo duduk aj di belakang”kta Dana
“Eh! Mentang-mentang lo anak bru disini lo seenaknya aj ngatur-ngatur gw. Lo aj yg duduk di belakang”kta Lina marah
“ogah gw duduk di belakang, lo aj yg duduk di blkang”kta Dana
“Udah-udah jgn bertengkar, pusing gw denger nya. Oke-oke krna kalian gak ad yng mengalah. Gw aj yg pindah di belakang. Gampang kan”kta Ulan yang sedari tadi memerhatikan mereka bertengkar. Dan mengambil tasnya dan beranjak pergi dari tempat duduknya dan menuju ke bangku belakang.
“Eh! Kamu gak usah Lan, biar gw aj”kta Dana mencegahnya
“Udh gw aj Lan, gw yg duduk di belakang. Lo ma Dana yg duduk di dpan di dpan”kta Lina ikut-ikutan
“Gitu dong dri tdi, susah amat”kta Dana bangga
Lina diam aja sembari berajak ke belakang. Bersamaan dengan itu Bu Intan memasuki kelas, untuk mengajar Bhs.Inggris. 3 jam berlalu, akhirnya bel berbunyi tanda istrahat. Seluruh siswa pun berhamburan keluar kelas, kecuali Ulan dan Lina.
“Lan...”kta Lina
“y, ad ap?”kta Ulan
“Dana tu kelihatannya suka dech ma kmu”kta Lina menggoda Ulan
“jangan ngaco dech kmu, ogah dech gw ska ma org yg belagu kayak dia”kta Ulan setengah kaget
“yeee, lo blg kyak gitu krna lo blum tw sikap Dana sebenarnya”kta lina
“mang lo tw sikap si Cowok nyebelin itu”kta Ulan
“Ya iyalah, dia itu kan tetangga gw. Hehehe, sorry tdi cma akting doang”kta Lina
“dasar lo, klo gw thu. Kalian berdua dah kenal dan cma akting. Gw gak akan halangin kalian berdua. Percma”kta Ulan
“Ya, tpi kan gw dah minta maaf”kta Lina merasa bersalah
“Y, gw dah maafin lo”kta Ulan
“lan...”kta Lina lgi
“ad ap lgi..??”kta Ulan
“sebenernya yg ngasi lo bunga dan sepucuk kertas itu adlah....”lina tak dapat melanjutkan kata-katanya karena ia melihat Dana yang sedang memasuki kelas
“siapa Lin, kok kmu bsa tw. Ia siapa Lin??”kta Ulan penasaran
“e,,,e,e,, diaa....”kta Lina gugup
“Dia siapa Lin jangan Bwt aku penasaran??”kta Ulan penasaran banget
“ia gak ad pa-pa kok, cma iseng-iseng aj. Zo tdi gw liat bunga dan sepucuk kertas di tasmu tadi”kta Lina menyangkal
“beneran gak ad ap-ap??”kta Ulan
“Ia gak ad pa-pa kok”kta Lina
“och”kta Ulan
Tak terasa bel sudah berbunyi. Semua siswa pun memasuki kelas masing-masing. untuk melanjutkan acara belajar-mengajar.
“Eh! Lo jgn bilang klo gw yg ngasih ia bunga dan sepucuk kertas. Awas aj klo gw thu, klo lo yg beritahu ia. Untung aj tdi gw dtg cpet coba klo gak abis riwayat gw Lan”bisik Dana ke Lina
“Iya Dan,, Sorry tdi, hampir aj gw keceplosan. Sorry ya dan. Gw janji gak akn ember lagi”bisik Lina ke Dana dengan nada bersalah
“Iya,, tpi jgn ulangin lgi”kta Dna
“sip dech Dan..”kta Lina
Bu Salma pun memasuki kelas dan Dana pun kembali ke tempat duduknya. Pelajaran fisika hari ini sangat membosanka. Akhirnya bel berbunyi tanda mengakhiri pelajaran. Siswa pun berhamburan keluar kelas. Hari ini terpaksa Ulan pulang sendrian karna Mala mungkin udah pulang duluan. Dan klo waktu pulang sekolah sih biasanya sopir pribadinya tidak menjemputnya. Alasannya karna dia pasti bersama Mala. Tapi hari ini Ulan pun harus sendirian pulang ke rumah.
_ _ _ _ _ _ _ _
Kini hari-hari yang dilalui Ulan pun tak seindah dulu, kini Mala tlah berusaha menjauh darinya. Entah apa penyebabnya. Hari ini adalah untuk kedua kali nya Ulan mendapatkan sepucuk surat dan setangkai bunga Mawar. Ulan pun mengambil surat itu dan membcanya
Pgi Lan,,,
Gw harap, lo bisa melewati hari ini. Dan tentunya dengan sebuah senyuman.
“cie-cie punya pengagum rahasia nie”kta Ara tmen satu kelasnya yang terkenal usil dech. Lebih tepatnya Mutiara
“Bisa aj kmu Ra”kta Ulan sambil menutup surat itu
“Tapi iya kan..??”Goda Ara
“gak tw dech..”kta Ulan malu-malu
“Yesss, akhirnya tmen gw yg terkenal cantik, manis ini jga dapat pengagum rahasia. Horeee. Moga aj, pengagum rahasianya itu Dana. Amiiieeenn”kta Ara dengan girangnya.
“Eh! Kok ngomong gitu sih”kta Ulan cemberut
“ya gak ap-ap kan, kmu dan Dana tu cocok banget satu cantik satu ganteng.”kta Ara
Tiba-tiba bel pun berbunyi, akhirnya semua siswa pun memasuki kelas masing-masing. dan dilanjutkan 3 jam pelajaran. Akhirnya bel tanda istrahat pu berbunyi. Waktu istrahat ini, Ulan berencana untuk pergi ke perpus dan ingin mengajak Lina
“Lin, lo mw gak temenin gw ke perpus?”kta Ulan kepada Lina
“Gw mw sih, tpi gw dah janji ma tmen tuk main piano. Sorry ya Lan”kta Lina menyesal
“Ya gpp kok”kta ulan pasrah
“oya bagaimana klo lo ajak mala”kta Lina
“Ktanya sih dia sibuk”kta Ulan
“o” kta Lina
“Klo gitu gw cabut dulu yac” kta Ulan
“ya”kta Lina lalu pergi keruang piano.
Saat di perpustakaan tak sengaja Ulan bertemu dengan Mala
“Eh Mal, kok kmu di sini. Ktanya kmu sibuk??” kta Ulan menghampiri Mala yang sdang mencari buku
“iya, gw emeng sibuk. Tapi krna dah kelar jdi, gw kesini cari buku”kta Mala cuek
“o, klo gtu kta cari buku sma-sama ya?” tawar Ulan
“Aduh maaf Lan, skrg gw dah nemuin bku yg gw cri. Gw cabut dlu y” kta Mala sambil mengambil bku yg ad di deretan buku Pengetahuan Alam
“y..” kta Ulan
_ _ _ _ _ _
Akhir-akhir ini Mala sering menjauh dari Ulan, entah apa sebabnya. Dan itu membuat Ulan bertambah bingun, karna dulu Mala slalu ngungguin Ulan saat pulang sekolah. Tapi sekarang Mala tak seperti itu lagi, Mala sering kali meninggalkan Ulan saat pulang sekolah. Saat istahat, Ulan berencana untuk nemuin Mala di kelasnya. Sampai di kelas Mala, Ulan melihat Mala sedang membaca. Ulan pun menghampiri Mala.
“Mal, gw mw nanya ke kamu”kta Ulan
“Nanya ap lan?” kata Mala sambil membaca bukunya
“Akhir-akhir ini, kamu selalu menjauh dari aku. Ada ap Mal?”tanya Ulan
“Nggak ad pa-pa, cma gw sibuk aj”kta Mala menyangkal
“Tlg jujur Mal”kta Ulan
“Udh Lan, Gak Ad pa-pa ko. Gw mohon jgn ganggu aku” kta Mala sambil meninggalkan Ulan
Ulan pun pergi dari kelas Mala, ia masih belum puas dengan jawaban yang diberikan Mala. Bel tanda masuk pun berbunyi, semua siswa pun masuk ke kelas masing-masing untuk melanjukkan belajar-mengajar. Ulan pun mempercepat langkahnya.
_ _ _ _ _
1 minggu kemudian
Akhirnya Ulan pun jadian ma Dana. Mereka jadian pada waktu Dana ketahuan, klo slama ini yang memberikan Ulan Bunga dan sepucuk surat adalah Dana. Karena ia sudah ketahuan pada saat pemberian sepucuk surat yang ke-3 itu. Ia pun langsung menembak Ulan, pada waktu itu juga. Dengan saksi seluruh siswa kelas AI serta para temen deket Ulan yakni Herlina Putri dan Mutiara. Karena Ulan juga punya rasa yang sama dengan Dana, akhirnya ia menerima Dana. Mereka dijuluki BenciBilang Cinta, zo pertama tuch mereka berdua tuch. Saling membenci. Gosip tersebut tlah tersebar keseluruh warga sekolah, termasuk ke kelas Mala. Mala tidak menyangka, kalo Ulan tlah jadian ma Dana. Mala tak menerima semua ini, smpai akhirnya Mala tak naik sekolah selama dua minggu. Mendengar kabar itu, kalo Mala tidak naik sekolah selama dua minggu. Akhirnya Ulan pun merencanakan untuk menjenguk Mala. Kalo pulang sekolah.
Bel berbunyi tanda pulang, seluruh siswa pun keluar dari kelas. Ulan pun dengan cepat membereskan buku-bukunya dan keluar dari kelas untuk menjenguk Mala.
Di depan rumah Mala, Ulan pun mengetuk pintu
“Assalamu alaikum”kta Ulan
“Walaikum salam” kta seseorang yg membukakan pintu ternyata orang itu Mala
“Eh! Mala bagaimana keadaanmu”kata Ulan
“Baik kok” kta Mala cuek
“Mal, kmu knapa gak naik slama 2 minggu ini”kta Ulan khawatir
“itu karna gw, denger gosip. Klo lo dan Dana jadian, gw cemburu Lan” kta Mala keceplosan
“mengapa kau tdk memberitahuku slama ini, klo kau memberitahuku, aku takkan....”pertakaan Ulan terpotong
“Udalah Lan, smua tlah terjadi. Dan jgn bhs itu lagi”potong Ulan dan menutup pintu rumahnya
“Eh! Tunggu Mal, aku akan menol...”kta Ulan
“pokoknya aku gak mw denger lagi, aku gak mw mengaggap kmu sbagai sahabatku. Kmu tak pernah ngertiin perasaan aku slama ini Lan, sekarang persahabatan kita PU TU SS” kta Mala sambil menangis
“Tapi kan, kta bsa selesai in masalah in....”kta Ulan yg menahan air matanya untuk jatuh membasahi pipinya
“Udalah Lan, sekarang kmu pergi dari sini, pergiiiiiii”kta Mala mengusir Ulan dan membanting pintunya
Ulan pun pergi dari rumah Mala. Akhirnya Ulan thu bahwa slama ini Mala menjauhi ia karna Mala cemburu melihat ia dan Dana tlah jadian. Dia pun menyusuri jalan sambil menitikkan air mata, mengingat masa-masa nya bersama Mala. Tak terasa ia sudah berada di jalan raya, tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah motor yang berlajuh kencang. Dan akhirnya
“Aaaaaaaaaaaaa”teriak Ulan
Dan akhirya kepala Ulan pun terbentur di perbatasan jalan. Untung saja ada orang, dan Ulan pun dapat di larikan ke rumah sakit terdekat.
Di dalam kamar UGD dokter sedang menanganinya. Dan di luar sedang ada orang tua Ulan, Mala dan Dana. Mereka datang karena suster menghubunginya, yg memakai Handpone Ulan.
Yang paling panik adalah Mala, ia menyesal tlah membentak sahabat terbaiknya. Ia sangat menyesal melakukan semuanya. 3 jam kemudian, dokterpun keluar. Namun wajahnya menunjukkan ekspresi sedih.
“Bagaimana keadaan Ulan dok??”tanya Mala
“iya dok bagaimana keadaan anak saya dok?”tanya Ibu Ula
“Ibu, bapak dan ade. Harus tabah ya, mungkin Tuhan berkehendak lain. ia tlah mengambil Ulan, dan Ulan jga lebih memilih Tuhan daripada kita semua. Bapak-ibu harus tabah, semua tlah rencana Tuhan”kta pak dokter sambil berlalu dari hadapan mereka
“nggak mungkin, gak mungkin. Ulaaaaaannnn....!!!”kta Mala sambil masuk ke dalam kamar Ulan.
“Ulan, bangun Lan, bangun. Mana sahabat ku yg tegar, mana. Buntikan Lan klo kmu bsa, bktikan Lan. Bangun Laaannnn...”kta Mala sambil menggoyangkan mayat Ulan

_ _ _ _ _ _
Acara pemakaman tlah usai, tapi Mala dan Dana masih ada di makam Ulan. Mala menatap papan makam Ulan yang terterah Wulandari Bintangdianugrah, tak terasa air mata mengalir dari pelupuk matanya. Ia sangat menyesal, karena ia Ulan jadi seperti ini.
“Lan, maafin gw Lan. Maafin gw ats sgala keegoisan Gw Lan. Gw tahu gw salah maafin gw Lan.”kta Mala menyesal sambil memeluk gundukan tanah tempat bersemayamnya Ulan
 Dana juga sangat menyesal, karena tidak dapat menjaga kekasihnya yang sangat ia sayangi. Tak terasa rintik hujan pun sedikit demi sedikit pun rutun membasahi bumi ini, seakan tw bahwa seorang sdg berduka cita. Akhirnya Dana dan Mala pun meninggalkan makam Ulan. Sebelum Mala dan Dana meninggalkan makam Ulan. Mala sempat menyampaikan kta terakhirnya
“Ku yakin, kau akan bahagia sobat. Maaf krna aku tlah membuat seperti ini”. Bersamaan itu hujan pun turun dengan derasnya, mengiringi kepergian Dana dan Mala.
Sejak Ulan pergi, seluruh warga sekolah seperti kehilangan Bintangnya. Seorang yang baik, cantik, manis, dan selalu perhatian satu sama lain. termasuk para guru, ia sangat menyayangi Ulan. Siswa yang slalu mereka andalkan dalam perlombaan apapun. Dan Dana dan Mala berencana untuk kembali ke Singapur, dan ingin menetap. Mereka  tak mungkin bisa menjalankan hari-harinya di saat ini. Ia ingin menenangkan dirinya...
 Seminggu lagi mereka akan meninggalkan sekolah “Merpati Putih”. Ini bener-bener membuat warga sekolah Merpati Putih semakin kesepian. Dan tibalah mereka meninggalkan Sekolah Merpati Putih, sebelum mereka pergi. Ara memberikan sesuatu pada mereka, pemberian itu dari Ulan semasa ia hidup.
Dalam kotak yang diberikan untuk Mala terdapat foto-foto Ulan yang sangat Mala sukai dan sepucuk surat, yang berisi
From : Wulandari Bintangdianugrah
Tiada manusia yang dapat mengubah takdir, dari itu bersabarlah sobat. Mungkin semua ini telah rencana Tuhan. Maafkanlah aku sobat, tlah merebutnya darimu. Aku sungguh tak tw jika kau menyukainya, karna setahuku kalian bersahabat. Maafkanlah aku sobat, suatu saat. Jika aku mati nantinya, maka jangan pernah kau tangisi kepergianku. Kepergiaku yang tak diinginkan adalah balasan yang telah kuperbuat darimu sobat. Yang tlah merebutnya darimu. M A AF
Best Friend Forever
Sedangkan dalam kotak yang diterima Dana, terdapat sepasang kalung beserta sepucuk kertas. Yang tertulis
From : Wulandari Bintangdianugrah
Maaf aku tlah meninggalkanmu, kepergianku bukanlah keinginanku. Tapi itu sudah rencana Tuhan. Kuharap kau takkan tangisi kepergianku. Ku mohon kau tabah menjalani semua ini. Dan ku harap kamu dpt jadian ma Mala, dia wanita terbaik yang pernah ada. Lebih baik dari aku, kuharap kau menjaganya dengan baik. Jangan pernah kau sakiti, dia tulus mencintaimu. Dan berikanlah pasangan kalung itu kepadanya, dan ku mohon kau terima semuanya...
I Love You 4EVER
Setelah mereka membaca sepecuk suratnya masing-masing. dana pun langsung menjalankan pesannya Ulan, ia memakaikan kalung itu kepada Mala sambil berkata
“aku sayang kmu” kta Dana dengan terpaksa
Mala hanya tersenyum dan bahagia. Sehari sebelum mereka pergi dari Jakarta, mereka sempat pergi ke makam Ulan.
“Lan skrg aku, dah lakuin pesan kamu. Kuharap kamu bahagia disana”kta Dana
“Iya, Lan. Aku bahagia punya sahabat seperti kamu. Moga kau bahagia disana Lan, kuharap kau merestui kami”kta Mala jga
Lama mereka berada di sana, dan akhirnya mereka pun pergi dari mka Ulan. Rintik hujan pun mengiringi kepergian mereka.
Tiada manusia yang dapat mengubah takdir, karena manusia tak ada yang sempurna. Dan jangan pernah kau slahkan semua yang terjadi. Semua tlah renaca Tuhan, kita sebagai umatnya hanya bisa menerima dan menjalaninya dengan tabah. Semua yang terjadi bukanlah salah takdir.
>SEKIAN<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar