Selasa, 24 Juni 2014

Cerpen - CUKUP LUKA SAMPAI DISINI

CUKUP LUKA SAMPAI DISINI
>SRI WAHYUNI<

Manusia yang hidup didunia ini, tak selamanya hidup bahagia. Terkadang seorang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Itulah salah satu cobaan yang harus kita lalui. Kita sebagai umat Allah hanya bisa menerima dan menjalani semua yang telah terjadi dengan tabah. Seperti yang terjadi pada Unhy, lebih tepatnya Wahyunirta Anugrah Ilahi. Gadis yang cantik, manis, dan tentunya baik. Harus menerima cobaan yang sangat pahit ini. Sejak ia berumur 15 tahun, ia ditinggalkan oleh kedua orang tua untuk selama-lamanya. Kedua orang tua Unhy meninggal akibat kecelakaan. Pada waktu itu, kedua orang tua Unhy pergi keluar kota. Karena ada tugas yang mereka harus selesaikan. Dan Unhy pun tinggal di rumah dengan di temani oleh pembantunya Bi Siti dan Mang Ucung. Baru setengah jam kepergian orang tua Unhy, Unhy mendapat kabar bahwa orang tuanya kecelakaan
“Apa pak, orang tua saya kecelakaan”kta Unhy kaget saat mendengar kabar dari seseorang
“iya nak, sekarang orang tua anak sekarang dilarikan ke RS Kasih Bunda”kta orang yang menolong orang tua Unhy
“Baik pak, saya akan ke sna sekarang”kta Unhy yang hampir menangis
“Baik nak, Assalamu Alaikum”kta seorang sambil memberi salam
“Wa alaikum salam”jawab Unhy lalu menutup telponnya
Unhy pun segera keluar rumah, dan menjalankan mobil pribadinya. Dan melajulah mobil Unhy di tengah jalan raya. Sesampainya Unhy ke RS Kasih Bunda, ia pun langsung masuk kedalam
“Pak, orang tua saya bagaimana pak? Mereka baik-baik saja kan?”kta Unhy tergesa-gesa
“Sabar nak, dokter sedang menangani mereka”kta seorang tadi
Unhy pun langsung duduk di kursi, yang ada di depan kamar UGD. Dengan cemas Unhy berdoa kepada Allah dalam Hati
“Ya Allah, tolong selamatkanlah kedua orang tuaku Ya Allah. Hanya kepada mu-Lah hamba memohon”doa Unhy dalam hati
Sudah 3 jam dokter menangani mereka, akhirnya dokter pun keluar dari kamar UGD. Namun wajahnya menunjukkan ekspresi sedih.
“bagaimana keadaan orang tua saya dok?”tanya Unhy dengan cemas
“anak harus tabah ya”kta dokter
“memangnya kenapa orang tua saya dok, dia gak kenapa-napa kan?”tany Unhy mencoba menahan air matanya yang hampir jatuh membasahi pipinya
“Orang tua anak telah menghadap kepada Allah Swt. Tuhan telah mengambil orang tua anak, anak harus tabah”kta Dokter
“Apa dok!! Tidak mungkin, ini bohong kan dok. Dokter berbohongkan dok”kta Unhy menangis tidak percaya dengan yang dikatakan dokter
Unhy pun langsung memasuki kamar UGD
“Ma, pa.. mengapa mama, papa tinggalin Unhy ma... pa.... mengapa papa dan mama tiggalin unhy sendiri. Mama dan papa sudah tidak sayang lagi ya sama unhy. Maaa........... pa.......... bangun ma.. paa....”kta Unhy sambil menggoyang-goyangkan tubuh orangtuanya.
***
Acara pemakaman telah usai, unhy masih belum pulang. Ia tak menyangka, semua ini terjadi padanya. Semua kenangan bersama orangtuanya kini sirna begitu saja, ia masih mengingat masa-masanya pada waktu ia pergi rekreasi, jalan-jalan di taman kota. Semua nya kini menjadi kenangan.
“Ya Allah, mengapa engkau mengambil orangtuaku Tuhan. Apakah Engkau membenciku Tuhan, melihatku hidup bebahagia Tuhan. Mengapaaaaaa???”tangis Unhy meledak
“Sudah Un, jangan salahkan Tuhan Un. Semua ini telah terjadi, semua pasti ada hikmanya. Ayo Un ikut kerumah tante”kta Tante Lilis yang sedari tadi ada di samping Unhy
“tpi tan, Unhy masih pengen disini. Kalo tante ingin pulang, tante pulang aj. Unhy gak pa-pa kok disini.”kta unhy
“ya udah, tante pulang duluan ya. Nanti tante hubungi Dimas untuk menjemput kamu ya” kta tante Lilis
Unhy diam saja, akhirnya tante Lilis pun meninggalkan Unhy sendirian di makam Orang tua unhy. Tak terasa hari sudah sore, akhirnya Unhy pun pulang. Dimas yang sedari tadi menunggunya di depan langsung berkata
“dah mw pulang,”kata Dimas
Unhy hanya menjawab dengan anggukan kecil. Akhirnya mereka pun pulang ke rumah tante Lilis. Unhy kini tinggal di rumah Tante Lilis, sedangkan rumah Orang tua unhy di jaga oleh Bi Siti dan mang Ucung. Karena menurut pesan orang tua unhy kepada Tante lilis sebelum orang tua Unhy meninggal dunia. Ia menyampaikan pesan bahwa, jika pada suatu waktu mereka meninggal. Rumah mereka dan seluruh perusahaan mereka akan jatuh ke tangan unhy ketika sudah berumah tangga. Dan rumah itu bru ditempati ketika unhy sudah berumah tangga. Jadi sekarang Unhy harus tinggal di rumah tante Lilis. 30 menit kemudian, akhirnya Unhy dan Dimas pun sampai di depan rumah Tante Lilis. Unhy pun turun dari mobil Dimas dan masuk ke rumah tanpa basa-basi. Dan dimas pun langsung memasuki mobilnya ke garangsi depan rumahnya. Dimas adalah anak sahabat teman Tante Lilis. Lebih tepatnya Dimas Parawijayah, dimas adalah cowok yng banyak di sukai cewek-cwek disekolahnya. Dia tampan dan tentunya baik. Rumah tante Lilis dan rumah Dimas hanya di pisahkan oleh jalan raya. Itu berarti rumahnya tante Lilis dan rumah Dimas berhadapan.
******
Malam ini begitu sunyi, Unhy masih duduk ditengah taman halaman rmahnya. Ia masih belum terima dengan semua kenyataan ini. Saat Unhy berdiam diri di tengah taman halaman rumahnya. Tiba-tiaba........
“Hehhh!! Ngelamun aja....”kta Dimas tiba-tiba
“ah! Iya... ngagetin aja lo. Kayak nggak ada kerjaan”kta Unhy kaget
“hehehe! Sorry, ngapain sih lo duduk di taman ini sendiri lagi?”tnya Dimas
“justru gw yang mw nanya, ngapain lo ke sni?”tnya Unhy balik
“ya..! gw... tadi..ee, tadi”kta Dimas gugup mw bicara apa
“tadi ap,, hayooo”kta Unhy
“e,,ee, tadi ,, tadi gw disuruh ma tante lo, ya tdi gw disuruh ma tante Lilis”jawab Dimas
“beneran nihhh!”kta Unhy curiga
“ya beneran, masak gw bohong”jawab Dimas mencoba menyakinkan Unhy
“o, mang lo disuruh ap?”tanya Unhy
“gw di suruh buat jagain lo”kta Dimas mantap
“ah! Jagain gw. Jangan-jangn lo bohong lagi ma gw”kta Unhy mulai curiga
“iya-iya gw ngaku, gw gak di suruh ma tante Lilis. Gw cma mw ketemu lo”kta Dimas jujur
“o, mang lo ad perlu ap ma gw?,”tanya Unhy
“ya, gw cma nanya. Besok lo mw masuk SMA ap, sebagai siswi pindahan?”
“gw jga gak tw, mungkin SMA Cendrawasih. Itu pun blum pasti, mang npa?”tanya Unhy balik
“o, ya cma nanya aj. Nggak bleh ya?”
“Ya, bleh lah aj”jwb Unhy
“o,,”kta Dimas
Lama mereka berbincang-bincang,tak terasa sudah pukul 20.12 WIB. Akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
****
Ayam telah berkokok, dan matahari kini sebentar lagi menampakkan sinarnya. Menggatikan tugas sang Bulan yang menyinari bumi ini pada malam hari. Jam sudah menunjukkan 05.01 WIB. Dan adzan telah dikumandangkan, membuat Unhy terbangun. Ia pun segeramengambil air wudhu untuk melaksanakn shalat subuh. Setelah shalat subuh, Unhy pun segera mandi. Setelah mandi Unhy pun memakai seragam sekolahnya. Selesai sudah persiapannya, ia pun langsung menurungi tangga untuk sarapan.
“Pagi tante!”sapa Unhy
“Pagi Un!”
Unhy pun menuju meja makan untuk sarapan, setelah sarapan Unhy pamit sama Tante Lilis.
“Tan, Unhy berangkat ke sekolah dulu”pamit Unhy
“iya Un, Hati-hati dijalan ya”kta tante Lilis
“Sip deh Tan”kta Unhy
Unhy pun berangkat ke sekolah dengan di antar oleh sopir pribada tante Lilis. Akhirnya unhy pun sampe di sekolah barunya yaitu “SMA Cendrawasih”. Unhy pun menghadap ke pak Kepsek, dan akhirnya di antar oleh pak Kepsek menuju ke kelas X 1. Saat masuk ke kelas X1
“Pagi anak-anak!”sapa pak Kepsek
“pagi pak !”jwb seluruh siswa X1
“hari ini kita kedatangan siswi baru, Unhy silahkan perkenalkan dirimu”
“baik pak”jwab unhy
“Hai teman-teman, perkenalkan nama saya Wahyunirta Anugrah Ilahi. Saya siswi pindahan dari SMA Matahari. Semoga teman-teman bisa jadi temen saya”kta Unhy memperkenalkan dirinya
“Unhy kamu bisa duduk dimana kamu suka”kta pak Kepsek
“Un, sini”kta Dimas menawarkan tempat duduk di sampingnya
Akhirnya Unhy pun memilih duduk disamping Dimas. Dan hari ini pun berlalu begitu saja.
***
Hari demi hari berlalu, tak terasa Unhy dan Dimas tlah bersahabat selama satu tahun lebih. Mereka selalu bersama dalam suka dan duka. Namun semua tak berlangsung lama, akhir-akhir ini Dimas sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan apapun. Walaupun rumah Unhy berhadapan dengan rumah Dimas tapi bukan berarti Unhy sering datang ke rumah Dimas. Hanya Dimas yang sering main ke rumah Tante Lilis. Hari ini sudah 2 minggu Dimas tak masuk sekolah, akhirnya unhy pun berencana untuk pergi kerumah Dimas sehabis pulang sekolah.
Akhirnya bel sekolah pun berbunyi, Unhy pun segera keluar dari ruangan kelas. Sesampai Unhy didepan rumah Dimas, Unhy pun langsung mengetuk pintu
“Assalmu alaikum”kta Unhy memberi salam
“Wa alaikum salam”kta seorang yang membuka pintu dan ternyata itu Aga kakak Dimas
“Kak, Unhy mw nanya kok akhir-akhir ini Dimas sering gak masuk sekolah ya?”tanya Unhy ke Aga
“maaf dek, sebenarnya kakak juga gak enak omongnya. Tapi ade harus tabah ya?”kta Aga dengan nada yang tak enak di dengar
“Emengnya Dimas kenapa kak?”tanya Unhy penasaran
“Gini dek, akhir-akhir ini Dimas tidak naik sekolah. Soalnya dia sedang berada di RS dek”jawab Aga
“Dimas ada di RS memangnya siapa yang sakit kak?”tanya Unhy
“Dimas kena kanker otak, ia menderita satu tahun yang lalu. Dan menurut dokter hidupnya tinggal seminggu lagi dek”kta aga
“Masa Allah, sekarang Dimas berada di RS mana ya kk?”tanya Unhy lagi
“RS Mentari dek”jawab Aga
“Och, klo gitu Unhy ke sana dulu ya kak. Assalamu alaikum”pamit Unhy
“Wa alaikum salam”jawab Aga dan langsung menutup pintu rumahnya
Unhy pun segera pergi ke RS Mentari, ia sudah minta izin sama Tante Lilis. Dan Tnte lilis mengijinkannya arena ia thu bahwa Dimas adalah sahabatnya. Orang yang membuat unhy bangun dari keterpurukannya setelah ditinggal pergi oleh Orang tuanya.
Di RS Mentari, Unhy pun segera menuju ke kamar Dimas. Ia melihat Dimas terbaring lemah. Unhy pun tiba-tiba menangis
“Ya Allah, tolong selamatkan dia. Dia adalah sahabat ku yang pernah membuatku bangun dari ketempurukan setelah hamba di tinggal pergi oleh orangtua hamba.”doa Unhy dalam hati
Tiba-tiba Dimas sadar, ia memanggil Unhy. Dokter pun mengijinkan unhy untuk bertemu dengan Dimas. Akhirnya Unhy pun masuk ke ruangan Dimas, dimana Dimas sedang terbaring lemah. Saat bertemu dengan Dimas, Dimas hanya menyampaikan pesan kepada Unhy
“Jaga baik-baik dirimu Un, karena aku tak mungkin menjagamu selamanya. Aku, kamu, BERST FRIEND 4EVER”kta Dimas dan saat itu pun nyawa Dimas melayang
“Dimas bangun, Dimas bangun, mana janjimu Dimas. Katanya kamu akan menjagaku, mana.......”kta Unhy menangis sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dimas.
Akhirnya Unhy pun merasakan rasa sakit untuk yang kedua kalinya.
***
Acara pemakaman Dimas pun telah usai, Unhy masih memandangi kuburan Dimas. Tiba-tiba datang Aga. Aga memberi Unhy sepucuk kertas dan pergi. Unhy pun membuka sepucuk kertas tersebut dengan tulisan yang bertintah biru
From : Dimas Parawijaya
 Maaf karena aku telah mengingkari janji, aku tak pernah berniat untuk meninggalkanmu. Tapi mungkin ini adalah rencana Tuhan. Maaf telah membuat mu terluka, kumohon kau jangan tangisi kepergianku. Walaupun kini ragaku telah pergi, tapi aku akan tetap di hatimu. Karena aku, kamu BEST FRIEND 4EVER.
Tak terasa Unhy telah menjatuhkan air mata, lalu berkata
“Ya Tuhan, moga luka ini cukup sampai disini. Sudah cukup mama, papa, dan Dimas telah pergi meninggalkanku. Ku harap luka ini berhenti sampai di sini. Tuhan dan jika ku temukan seorang yang berarti bagimu. Hamba mohon jangan kau ambil dia. Dan hamba mohon semoga luka ini berhenti sampai disini”doa Unhy
Bersamaan itu rintik-rintik hujan mulai membasahi bumi ini. Dan Unhy pun segera pergi meninggalkan makam Dimas sendiri
***
SEKIAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar