CINTA BERSEMI DIPEMAKAMAN
Seruan adzan subuh kini telah terdengar dimana-mana sampai dipelosok pedalaman, membuat Zahra terbangun. Zahra lalu menatap jam weker hello kittynya, rupanya jam sudah menunjukkan pukul 05.10 WITA. Zahra lalu menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu, Zahrapun menunaikan sholat subuh.
**
Tetesan embun dipagi hari, harum bunga-bunga yang bermekaran, kicauan burung yang merdu, tak lupa sang mentari yang bersinar cerah, mengawali hari Zahra. Lebih tepatnya Zahra Lestari Lintang, sebuah nama yang cukup bagus untuk gadis remaja yang cantik seperti Zahra. Dia adalah salah satu siswi SMPN 2 MERPATI.
Pukul 06.30 WITA. Zahrapun berangkat ke sekolah.
“Pagi bunda..., Zahra berangkat sekolah dulu ya” kata Zahra menghampiri bundanya yang tengah menyiapkan sarapan.
“Loh kok buru-buru, gak sarapan dulu?”tanya bundanya
“Tanggung nih bun, Zahra pamit dulu ya. Assalamu’alaikum”pamit Zahra sambil mencium punggung tangan bundanya.
“Wa’alaikum salam. Hati-hati di jalan ya?”kata bundanya
“Sip deh bunda”kata Zahra
Zahrapun berangkat ke sekolah dengan jalan kaki, karna sekolahnya tak jauh dari rumahnya.
15 menit kemudian.
Zahrapun sampai di sekolahnya. Dia lalu menuju ke kelasnya. Kelas IX.Utama. Itulah kelas Zahra. Rupanya kelas sudah cukup ramai. Zahrapun langsung ke tempat duduknya, sebangku dengan Viren. Tak lama kemudian bel berbunyi, bertanda seluruh siswa masuk ke kelasnya masing-masing untuk melakukan aktivitas belajar-mengajar. Sesaat kemudian guru bidang studi masuk ke kelas. Hari ini jam pertama di kelas Zahra adalah matematika, sebuah mata pelajaran yang sebagian besar siswa kurang meminatinya.
3 jam telah berlalu.
Akhirnya inilah saat-saat yang ditunggu siswa yaitu bel tanda instrahat pun berbunyi, seluruh siswa pun istrahat. Lalu dilanjutkan dengan 3 jam pelajaran, dan akhirnya bel tanda pulang pun berbunyi. Semua siswa pun pulang ke rumahnya masing-masing tanpa kecuali.
Pas pukul 13.00 WITA. Zahra sampai di rumahnya. Dia langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Nampaknya dia sangat lelah. Apalagi hari itu sangatlah panas. Membuat pipinya yang putih menjadi kemerah-merahan. Merasa tenaganya cukup pulih, iapun bangkit dari ranjang dan mengambil handphonenya yang tergeletak diatas meja belajarnya, dan langsung terjun ke dumay. Dia lalu membuka aplikasi facebook, setelah terbuka diberandanya terdapat berbagai macam status dari teman-temannya yang alay-alay itu. Dari yang lagi otw sampai dengan status galau-galauan itu. Dia hanya tersenyum melihat semua itu, lalu dia melihat ada sebuah pesan yang masuk dari seseorng. Zahrapun membuka pesan itu, ternyata pesan itu dari Muhammad Akbal Akbal, salah satu teman Fb Zahra. Dengan senang hati Zahrapun membalas pesan tersebut. Akbal (+), Zahra (-)
+ : hy
- : ug,
+ : g ap
- : g ddk aj nhe,
+ : hm btw kmu klz brpa
- : 3 smp
+ : nnti mw lnjut d mna
- : insya Allah di malpi
+ : hmm bguz lha
- : kmu dh kls brpa
+ : aq gk skolah, cma menghafal
- : ap ?
+ : menghafal al-qur’an
- : oh bgus it,
+ : iya,
Sampai disitu chatingan mereka. Walaupun sebentar, namun bisa membuat Zahra bahagia. Hari demi hari pun mereka semakin akrab, dan sering terlponan. Zahra yang dulunya enggan terlponan, kini telah terbiasa karena kehadiran Akbal. Seorang penghafal Al-qur’an yang masih muda namun bisa membuat Zahra tertarik. Rupanya Zahra kini telah mulai jatuh hati pada Akbal. Begitupun sebaliknya. Namun, mereka berdua terlalu egois dengan perasaannya. Kedekatan mereka tiada yang tahu termasuk ortu dan teman-teman Zahra maupun ortu dan teman-teman Akbal.
**
Ramadhan sebentar lagi tiba. Akbal ditugasin jadi iman terawih di Mesjid Aqsha tepatnya di Kampung Merpati. Ini adalah kesempatan bagus buat Akbal bisa ketemu dengan Zahra. Sehubung Zahra tinggal di Kampung Merpati.
Sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan, Akbal berangkat ke Kampung Merpati. Setelah sampai, Akbal pun menuju rumah Pak Kades. Selama bulan Ramadhan, Akbal akan tinggal disitu.
Akbalpun mengabarkan Zahra bahwa dia ditugasin jadi iman terawih di Mesjid Aqsha Kampung Merpati, dan sekarang tinggal di rumah Pak Kades. Akbal lalu mengajak Zahra ketemuan nanti subuh, dan Zahrapun menyetujuinya. Subuhnya, Zahrapun bangun pagi-pagi untuk pergi sholat subuh di Mesjid. Namun, tak disangkanya. Waktu itu tiba-tiba hujan deras, terpaksa Zahra mengurunkan niatnya dan mengabarkan Akbal bahwa dia gak jadi datang. Akbal pun memakluminya.
Entahlah, apa yang terjadi pada mereka. Tiap mereka ingin bertemu, selalu ada halangan. Apa mereka tidak diijinkan untk bertemu oleh Allah SWT. Entahlah...**
15 hari telah datangnya Ramadhan. Suatu malam terjadi kecelakaan maut di depan Mesjid Aqsha. Waktu itu, sepulang sholat terawih di Mesjid. Jalan raya jadi penuh, karena banyak warga yang pulang ke rumahnya. Membuat mereka berdesak-desakan. Saat itu, ada seorang yang keluar dari rombongan desakan itu dan ingin menyeberang, bersamaan itu ada motor dari arah samping melaju kencang. Akhirnya orang itupun tertabrak dan meninggal dunia. Wajah korban tidak jelas dilihat karena luka parah. Namun, banyak yang bilang, kalau orang itu adalah Zahra.
Kabar itupun langsung menyebar, dan akhirnya sampai di telinga Akbal. Akbal tak percaya, karena sebelum kejadian itu dia sempat smsan dengan Zahra. Tak terasa air matanya menetes jatuh membasahi pipinya. Dia sangat menyesal, karena dia tidak menyatakan perasaannya kepada Zahra, dan akhirnya Zahra pun pergi meninggalkannya.
**
Di tempat lain. Seorang gadis tergeletak, baru sadar dari pinsangnya.
“Aduh..., aku dimana nih?”tanyanya sambil memegang kepalanya.
Rupanya dia adalah Zahra yang terlempar jauh jatuh ke jurang. Diapun berusaha untuk bangkit mencari jalan keluar. Namun, rasa sakit dikepalanya yang menjadi-jadi membuat dia jatuh dan tak sadarkan diri. Untungnya, waktu itu ada seorang penjelajah yang baru saja pulang, dan menemukan Zahra yang terbaring tak berdaya. Dia merasa iba. Akhirnya, dia pun membopong Zahra untuk membawanya pulang kerumah ikut bersamanya.
Sesampainya di rumah...,
“Assalamu’alaikum...bu..ibu...”panggil si penjelajah memasuki rumahnya
“Wa’alaikum salam, ada apa toh teriak-teriak?”tanya ibu si penjelajah yang keluar dari dalam
“Ini bu.., tolong gadis ini. Kasihan dia”pinta si penjelajah
“Masya Allah..., siapa gadis yang kau bawa ini Rigo?”tanya ibu si penjelajah. Ternyata nama si penjelajah itu adalah Rigo.
“Gak tahu juga nih bu, Rigo juga nemunya di hutan waktu Rigo pulang dari penjelejahan”jawab Rigo
“Ya udah ! ayo, masukkan dalam kamar. Nanti ibu carikan obat dihalaman belakang”perintah ibunya
“Baik bu”kata Rigo
Rigopun memasukkan Zahra ke dalam kamar. Sementara ibunya pergi mencari obat dihalaman belakang.
Haripun semakin gelap. Zahra belum juga sadar dari pinsangnya. Membuat Rigo dan ibunya semakin cemas. Saat kecemasan mereka dihantui dengan rasa takut. Akhirnya, Zahrapun sadar. Rigo dan ibunya pun merasa lega.
“A...aku ad..ada dimana?”tanya Zahra sambil memegang kepalanya yang masih sakit.
“kamu ada di rumah kami”jawab Rigo
“ka..kalian si..siapa?”tanya Zahra lagi
“perkenalkan saya Rigo dan ini ibu saya. Saya menemukanmu tergeletak ditengah hutan seorang diri, saat aku pulang dari penjelajahan. Jadi aku bawa kamu disini. Kalau boleh tahu nama kamu siapa dan kenapa bisa ada didalam hutan?”tanya Rigo balik
“ohh.., saya Zahra. Aku juga gak tahu kenapa aku bisa ada didalam hutan. Yang aku ingat, waktu itu aku baru pulang dari sholat terawih, terus aku mau menyeberang, tiba-tiba ada yang mendorongku, terus aku gak ingat apa-apa lagi”kata Zahra menjelaskan
“ohh.. ya sudah, kamu istrahat saja. Untuk sementara waktu kamu tinggal disini aja ya”kata ibu Rigo
“sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada ibu dan kak Rigo, karena telah menolong saya”kata Zahra
“gak masalah, itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai makhluk sosial, saling tolong menolong”kata Rigo
Rigo dan ibunya pun keluar meninggalkan Zahra didalam kamar, karena malam sudah larut.
**
Sementara di Kampung Merpati.
Akbal masih kepikiran dengan Zahra. Entalah, sholat terawih yang diimankannya sah atau tidak, karena dia selalu kepikiran degan Zahra. Sehingga waktu buka dan sahur ia lupa, membuat orang-orang bertanya-tanya tentang keadaannya. Ada apa dengan Akbal ?
“ehemm...,”pak kades mendehem
“eh pak kades”kata akbal kaget
“ada apa toh bal, ngelamun aja dari tadi, kayaknya lagi mikirin sesuatu kalau bpk perhati’in”tanya pak kades
“ah.., bpk bisa aj”kata akbal
“tapi bner kan..., lagi ngelamunin Zahra toh?”terka pak kades
“bpk tw dari mana?”tanya akbal penasaran
“sp sih yg gak tw ttg zahra, zahra memang anak yg baik, bunga desa di kampung kami, budi pekertinya baik, luhur, lembut, dan cantik. Cocok untuk kamu, namun dia cepat dipanggil oleh Allah”kata pak kades
“zahra memang gadis yg baik pak”kata akbal
“memang.., dan apa kamu sdah ktmu dgnnya?”tanya pak kades
“belum pak”jawab akbal
“aneh kamu bal, belum ketmu tapi udah bikin kamu galau”kata pak kades pergi meninggalkn akbal diam terpaku. Memang berat kehilangan orang yang disayanginya apa lagi dia tidak pernah ketemu dengan Zahra.
**
Sehari sebelum lebaran...
Di rumah Rigo..,
“Bu..., Zahra bantu ya buat ketupat?”tawar Zahra
“mang kamu bisa buat ketupat?”tanya ibu Rigo
“lumayan Bu...,”jawab Zahra
“ya udah, kalau gitu kamu isi dengan beras aja ya? Ibu mau suruh Rigo beli ke warung dulu ya”kata ibu Rigo
“oh iyya bu..”jawab Zahra
**
Suara gema takbir pun menggema sampai ke pelosok pedalaman.
allahu akbar.., allahu akbar..., allahu akbar..., laa..., ilaaha illallahu allahu akbar.., allahu akbar walillahilham...
“bu maafin Zahra, kalau Zahra punya salah ma ibu dan udah nyusahin ibu. Makasih bu udah tolong Zahra dan menyuruh Zahra untuk tinggal sementara waktu di rumah ibu”kata Zahra
“gak apa-apa kok nak, dan ibu juga minta maaf ya”kata ibu Rigo
Mereka pun berpelukan.
“nanti kamu hati-hati dijalan ya”pesan ibu kepada Zahra
“iyya bu”jawab Zahra
“kamu juga Go, jaga Zahra sampai menemukan jalan raya”pesan Ibu kepada Rigo juga
“Baik bu, Rigo akan jagain Zahra sampai menemukan jalan raya”kata Rigo
“kalau gitu, Zahra pamit pulang. Assalamu’alaikum”pamit Zahra
“Wa’alaikum salam”jawab ibu Rigo
Zahra pun kembali ke rumahnya ditemani Rigo. Setelah melewati hutan. Akhirnya, mereka sampai di tepi jalan raya.
“kak.., makasih ya atas semuanya. Dan maaf bila selama ini Zahra pernah berbuat salah sama kakak”kata Zahra
“kakak juga minta maaf ya. Dan hati-hati dijalan ya dek? Maaf, kakak cuma bisa antar sampai disini”kata Rigo
“gak apa-apa kok kak. Assalamu’alaikum”pamit Zahra
“Wa’alaikum salam”jawab Rigo
Sesampai di rumah..,
“Assalamu’alaikum”kata Zahra sambil mengetuk pintu
“Wa’alaikum salam.., siapa ya?”tanya bunda Zahra sambil membuka pintu
“saya Zahra Bunda”jawab Zahra dengan air mata berlinang
“Masya Allah.., kamu Zahra kan? Anak bunda? Zahra Lestari Lintang?”tanya bunda Zahra bertubi-tubi tidak percaya, bahwa gadis yang berdiri di depannya adalah putrinya yang dikiranya telah meninggal.
“iyya bunda, Zahra Lestari Lintang, putri bunda”kata Zahra menangis terseduh-seduh
“Subhanallah.., rupanya kamu belum meninggal”kata bundanya menangis terharu
“iyya bunda, waktu itu Zahra didorong terus jatuh kejurang. Untungnya ada orang yang nolongin Zahra, bunda”kata Zahra
Zahra pun masuk kedalam sambil menjelaskan peristiwa yang telah menimpanya.
**
“Terima kasih Pak, atas tumpangannya selama saya jadi iman disini. Dan maaf Pak, kalau ada salah ataupun tingkah saya kurang berkenan dihati bapak dan warga disini”kata Akbal
“iyya nak. Sering-seringlah kesini, dan semoga tahun depan kamu lagi yang jadi iman terawih disini nak”kata Pak Kades
“aamiin.., makasih pak. Kalau gitu saya pamit pulang Pak. Assalamu’alaikum”pamit akbal
“Wa’alaikum salam”jawab Pak Kades
Akbal pun pulang, sebelum pulang ia mampir dulu ke pemakaman Zahra.
**
“oh, jadi begitu ceritanya. Kalau begitu kamu harus pergi kepemakaman yang bertuliskan namamu nak, kamu harus berterima kasih sama dia. Kalau bukan dia yang menolongmu, mungkin kamu sudah tiada. Walaupun mungkin dirinya yang tidak tertolong”Kata Bunda Zahra
“iyya bunda. Kalau gitu Zahra pergi dulu. Assalamu’alaikum”pamit zahra
“Wa’alaikum salam”jawab Bunda Zahra
Zahrapun pergi ke pemakaman. Sesampainya disana dia mencari makam yang bertuliskan namanya. Setelah mencari-cari nama makam yang bertuliskan namanya. Akhirnya ia menemukan juga. Namun, ada seorang pemuda yang ada dimakam itu. Dengan sedikit keberanian, Zahra pun mendekati pemuda itu dan...
“permisi...,”kata Zahra
Namun pemuda itu tidak menanggapinya, ia asyik sendiri berbicara dengan makam itu.
“dek, maafin kakak kalau kakak punya salah sama adek. Kakak menyesal telah memendam perasaan ini. Sebenarnya sudah sejak lama kakak mau utarakan ini. Namun, karena keegoisan kakak. Kakak gak pernah kasih tahu adek, kalau selama ini kakak suka adek. Kakak pengen adek jadi cinta pertama dan terakhir kakak, dan jadi pendamping hidup kakak”kata Akbal dalam hati
Karena tidak sabar lagi. Akhirnya, Zahrapun mendehem
“ehem...,”kata Zahra. Pemuda itupun balik dan memandang Zahra.
“kamu siapa?”tanya pemuda itu
“maaf, saya Zahra.Saya ingin mengunjungi makam ini”jawab Zahra
“oh.., silahkan. Kebetulan saya juga udah selesai”kata pemuda itu mempersilahkan Zahra. Zahra pun duduk sambil memegang batu nisan yang bertuliskan namanya.
“hmmm..., siapa pun kamu. Saya sangat berterima kasih kepadamu. Karena kamu nyawa saya tertolong. Walau mungkin kamu sendiri tak tertolong. Aku berharap semoga kamu diterima disisi Allah SWT.aamiin.”kata Zahra mendoakan orang yang telah menolongnya.
Setelah itu, Zahrapun bangkit dari duduknya dan ingin melangkah pergi. Ternyata pemuda tadi belum pergi dan masih berdiri tak meninggalkan tempatnya.
“Maaf, kamu belum pulang ?”tanya Zahra
“belum, aku mau tanya sesuatu sama kamu?”kata pemuda itu
“Apa?”tanya Zahra
“sebelumnya aku minta maaf karena tadi aku mendengar pembicaraan kamu, begini apa benar makam ini makam Zahra Lestari Lintang?”tanya pemuda itu
“oh.., bukan. Makam ini adalah makam seseorang yang berhati malaikat”jawab Zahra
“maksudnya?”tanya pemuda itu penasaran
“makam ini adalah makan seseorang yang telah menolong saya. Walau mungkin dirinya tak tertolong”jelas Zahra
“jadi kamu adalah dek Zahra Lestari Lintang?”tanya Pemuda itu
“iyya, maaf kamu siapa?”tanya Zahra
“Subhanallah.., kamu masih hidup dek. Saya kak akbal. Orang yang sering sms dan telpon adek”jawab Akbal
“jadi kakak adalah kak akbal?”tanya Zahra gak percaya
“iyya adek..”jawab Akbal
“aku gak nyangka kak, di tempat ini kita bisa ketemu kak. Aku seneng banget kak”kata Zahra
“apa lagi aku dek, serasa seperti mimpi”kata Akbal bahagia
Dan gak sengaja dia memeluk Zahra sangat erat, sepertinya dia takut kehilangan Zahra lagi.
“ups..”Zahra tersadar
“oh.., maaf dek”akbal segera melepas pelukannya
Seketika mereka berdua berdiaman dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba Akbal berjongkok, lalu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Ternyata itu adalah cincin yang sudah lama dipersiapkannya sebelum datang ke Kampung Merpati. Zahra yang melihat kejadian itu hanya kebingunan, gak mengerti apa yang dilakukan akbal
“Adek”kata Akbal sambil membuka kotak berisi cincin permata
“iyya kak”jawab Zahra
“adek mau gak jadi pendamping kakak?”tanya Akbal. Zahra hanya diam membisu. Lalu...,
“tapi kak..., aku masih sekolah kak dan masih belum cukup umur kak”kata Zahra
“tapi adek mau kan jadi tunangan kakak? Kalau soal nikah kakak siap nunggu adek sampe tamat SMA, masalah kuliah kakak akan berusaha untuk kuliahin adek kok”kata Akbal
“serius kak? Apa kakak dah yakin dengan pilihan kakak?”tanya Zahra agak ragu
“Aku seriu dek”jawab akbal
“jadi gimana dek?”tnya akbal lagi
“Aku mau kak, dan jujur adek juga syang ma kakak”jawab zahra
“beneran dek”tanya akbal kagak percaya
“beneran kak”jawab zahra meyakinkan akbal
“alhamdulillah..., oh ya dek bulan depan kakak akan datang sama keluarga kakak buat ikat adek untuk kakak” kata akbal
Zahra hanya tersipu malu. Dan tak lupa mereka berdua mngucapkan puji syukur kepada Allah. Mereka baru mengerti bhwa tempat indah bukan berarti awal dari cinta mereka. Pemakaman pn bisa, bila Allah telah berkehendak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar