Selasa, 05 Mei 2020

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 12 Satu Sore Bersamamu






12 Ramadan 1441 H

Dari riburan harap yang kupinta kepada Tuhan, salah satunya ialah aku ingin kembali menikmati satu sore bersamamu.
Di belakang rumah, kita akan menikmati hari mengabur dengan bersenda gurau.
Kamu yang mendorong ayunanku dengan kecang, dan aku yang berteriak kegirangan.
Tawamu meledak berbaur dengan teriakanku.
Sesekali kamu iseng mendorongnya lebih kuat lagi, sampai-sampai aku menangis histeris.
Hingga bermain ayunan pun berenti, kamu sibuk membujukku agak tidak menangis.
Tapi, sayang sekali.
Aku yang tak terima malah membuatmu semakin kewalahan dengan pura-pura menangis.
Membuatmu rela-rela pergi ke kedai seberang demi membelikanku sebuah es krim yang kupinta tiba-tiba.
Kamu tentu saja tak protes, kenapa?
Ya, karena aku tahu kau sangat menyayangiku bukan?
Apapun yang kupinta kau akan berusaha mengabulkannya.
Seperti saat ini.
Namun, agaknya aku keliru.
Semesta punya rencana lain untuk kita.
Setengah jam aku menanti, kau tak kunjung kembali.
Sedikit cemas, hingga entah kenapa kakiku menuntunku untuk menghapirimu di kedai itu.
Dan, apa yang kulihat?
Es krim mencari berbaur dengan darah yang mengalir, bukan lagi senda gurau kita.
Satu sore bersamamu saat itu entah mengapa perlahan berubah jadi abu.
Suram.
Kabut di mana-mana.
Rupanya, gerimis.
Jatuh membuat aliran sungai di pipi.
Satu soreku bersamamu, kini tinggal harap yang terdekap.





_kaknun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar