Selasa, 12 Mei 2020

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 19 Absurd




19 Ramadan 1441 H


Hai hai, hai!

Balik lagi nih Nunii-nya, ya emang selalu balik sih kan ini program 30 Hari Bercerita #SpesialRamadan. Jadi selama itu pulalah Nunii akan menghantui kalian dengan curahan-curahan gaje Nunii. Hihihi.

Oke, kali ini Nunii bakal ngebahas hal-hal absurd.
Siap-siap ya dengerin, eh maksudnya yang fokus bacanya tapi kalau gak mau juga gak apa-apa sih. Hehehehe.

Kalian pernah ngerasain gak, ngomong hal-hal gaje tapi seru. Terus ngomongnya tuh muter-muter, misalnya nih ya pertama kalian ngomong perihal diri kalian, lama-lama jadi orang yang lewat-lewat, sampai-sampi berujung ke masalah kenapa bumi itu bulat?

Ya gak sih?

Kadang juga kalian perdebatkan hal-hal yang seharusnya gak perlu kalian perdebatkan.
Kalau yang ini sih, aku sering banget sama sahabat-sahabatku.
Utamanya soal nama sebuah benda atau apalah sesuai daerah masing-masing.
Asli kocak banget, malah ada yang ketawa kalau nama dari daerahnya yang paling aneh.
Tapi seru sih.

Kadang juga, sangking serunya tuh, kita gak nyadar waktu.
Kita gak tahu dari tuh ngebahas apa.

Ya sama kayak sekarang sih, aku gak tahu mau ngomong apa.
Ya, ngomong aja yang terlintas di pikiran aku sih.

Biar fresh gitu, gak merasa terbebani. Hahaha.

Kalau kalian pusing ngebacanya, ya maap-maap aja nih.
Bukan salah aku juga kan, karena udah bilang di awal.
Tuh di judul episode kali ini.

Hehehehe.

Oke deh, cukup sekian.

Semoga besok bisa bahas yang lebih berfaedah dari sekarang ya.


Dadaaahhh..




_kaknun

Senin, 11 Mei 2020

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 18 Move On




18 Ramadan 1441 H

Halo guys!

Kali ini gua bakal ngebahas perihal move on.

Abisnya banyak yang beranggapan kalau move on perihal melupakan dan mencari hati yang baru. Padahal nyatanya tuh gak kayak itu sih menurutku.

Bagi gua, move on perihal terbiasanya hati tanpa dia meski dianya ada di depan mata.
Jadi, kalau lo beranggapan perihal ngelupain ntar kalau sampai lo ketemu sama dia, lo gak jadi deh ngelupainnya yang malah keinget.
Tapi kalo lo terbiasa, mau dia ada atau engga. Ya gak ada pengaruhnya lagi sama diri lo.

Terus, ini lagi katanya move on adalah mencari hati yang baru.

Jelas ini juga keliru guys, karena pada dasarnya gak semua orang yang nemuin hal baru itu lupa sama sebelumnya. Gitu pun sebaliknya, gak semua yang gak memuin hal baru juga gak bisa move on. Bisa aja mereka udah move on, cuma udah gak mau cari lagi, alias capek. Soalnya udah tahu ujung-ujungnya bakal kandas juga.

Intinya mah, tergantung sama presepsi kalian sih.

Tapi perlu kalian garis bawahi bahwa  move on itu bukan tentang melupakan atau nyari yang lain, bukan guys, sekali lagi bukan.

Sebab, move on itu bagi gua adalah perihal terbiasanya hati tanpa dia meski dianya ada di depan mata.



_kaknun 

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 17 Ide Gak Ada Akhlak



17 Ramadan 1441 H

Aku gak tahu sih, apakah kalian juga ngerasain atau enggak? Tapi jujur, aku tuh sering ngalamin, berkali-kali malah. Apa lagi kalau bukan karena ide?

Ide?


Sebagai mana ocehan aku di twitter, bunyinya kayak gini:
"Ide itu kadang gak ada akhlak.
Datangnya pas kita lagi sibuk atau di jalan, pas udah santai gak ada kerjaan langsung hilang tuh ide.

Aku tuh gak bisa diginiin tahu."

Bener gak ocehan aku?
Kalau aku sih, tentu bener soalnya aku yang ngalamin gak tahu deh kalau kalian.

Bagiku, ide itu emang kadang nyebelin tahu.
Pas lagi nyapu, tiba-tiba datang.
Pas duduk, eh malah hilang lagi.

Dia tuh semacam jelangkung, datang gak diundang terus tahu-tahu hilang itu aja.

Benar-benar kan itu ide.

Makanya, dosen aku tuh pernah bilang.
Katanya kalau langsung dapat ide tuh jangan dimolor-molorin nulisnya, ntar dia hilang. Soalnya dia itu datangnya cuma sebentar doang, gak menetap (kayak doi tuh, datang tiba-tiba, hilang gak ngasih tahu)
Jadi, tiap bepergian tuh sediain catatan kecil biar kalau idenya datang langsung nulis.

Tapi yang jadi pemikiranku, giman kalau idenya itu pas kita lagi mandi atau di jalan ngendarain kendaraan?
Apa perlu kita berenti mandi, atau tepiin kendaraan supaya bisa nulis gitu?


_kaknun

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 16 Percaya Diri

https://www.instagram.com/p/B5QWpXcnhY0/



16 Ramadan 1441 H

Beberapa di antara kita terkadang merasa tidak percaya diri dengan apa yang dimiliki, selalu membandingkan dengan kepunyaan orang lain. Hingga membuat diri sendiri terzolimi, padahal kita sendirilah yang tak bersyukur atas hal-hal yang diberikan Tuhan pada kita.

Mereka yang tampil sempurna, belum tentu mereka sempurna beneran. Boleh jadi, dibelakang mereka amatlah menyedihkan.
Mereka yang selalu tampil dengan baik atau buruknya, tak melulu seperti apa yang kita lihat.
Beberapa orang terkadang terlihat baik-baik saja, namun nyatanya tidak sama sekali.
Mereka hanya merasa tidak perlu dikasihani, mereka merasa bahwa hidup ini perihal bahagia. Makanya, mereka selalu tampil sempurna meski kenyataannya tidak begitu.

So, buat kalian yang gak percaya diri.

Mulai hari ini dan hari-hari berikutnya, berusahalah untuk tampil percaya diri dengan apa yang kamu miliki.

Bahagia bukan perihal sempurna atau baik, tapi perihal cara kita mencintai diri sendiri. :)


Jangan putus asa ya? :)



_kaknun

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 15 Mencintai atau Dicintai?







15 Ramadan 1441 H

Sebenarnya topik kita kali ini tuh udah basi banget, bahkan udah dibahas berkali-kali. Tapi aku ngerasa pengen aja sih ngangkat topik ini, soalnya banyak diluar sana selalu mempertanyakan lebih baik mana sih mencintai atau dicintai?

Ya, denger pertanyaannya aja kok aku ngerasa aneh gitu, bikin greget deh pokoknya.
Bukannya itu sama saja memberi kita sebuah pilihan yang mana pilihannya itu kayak mengarah mana yang baik dan buruk. Semacam dibandingin gitu, ya gak sih?

Padahal ini dalam sebuah hubungan loh, yang mana dalam hubungan bukan hanya dijalani satu orang aja melainkan dua orang yang saling berkomitmen.

So, perihal mencintai dan dicintai itu pasti adalah.
Kamu mencintai, pasti dicintai. Gitu pun sebaliknya, kamu dicintai otomatis kamu juga harus mencintai.
Jadi tuh, dalam hubungan timbal balik. Bukan sepihak doang.
Gak ada yang ngerasa lebih dan gak ada yang ngerasa kekurangan.
Semuanya sama-sama ngerasain mencintai dan cintai.


Sesimpel itu sih menurutku.





_kaknun

Kamis, 07 Mei 2020

30 Hari Bercerita #Spesial Ramadan - Episode 14 Kata Selamat Tinggal!



14 Ramadan  1441 H

Bagi beberapa orang kata "selamat tinggal" itu perlu diucapkan sebelum pamit. Namun bagi beberapa lainnya, merasa itu tidak perlu, memilih pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Baginya mengucapkan atau tidak diucapkan, itu sama sekali tidak penting untuk sebuah kepergian yang nyatanya tak akan berujung pertemuan.
Ada baiknya, pergi tanpa alasan meninggalkan bekas kenangan dibanding mengucap selamat tinggal yang menambah luka tak berangsur sembuh.
Selamat tinggal...
Itu hanyalah dua kata menyakitkan, yang tak pantas diucapkan.
Seharusnya kata itu tak perlu ada, seharusnya para pakar bahasa tak menemukan kalimat itu.
Selamat dan tinggal?
Hei!
Mana ada orang merayakan peninggalan, itu terlalu menyakitkan bagi mereka yang terlalu nyaman dengan kebersamaan.
Jadi kumohon, jangan lagi merayakan perpisahan dengan kata "selamat tinggal".
Bila ingin pergi dan tak ingin berniat kembali, seharusnya kau pergi saja.
Kecuali bila niatmu memang kembali, cukup kau ucap "sampai jumpa".
Itu membuat kami yang ditinggal merasa punya harapan. :)



_kaknun

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 13 Tak Butuh


 https://www.instagram.com/p/B7_htm9HD_P/





13 Ramadan 1441 H

Rasanya aku ingin menghilang dari bumi saja.
Bukan karena aku lelah dengan segala sandiwara yang ada, tetapi karena aku merasa sudah tak dibutuhkan lagi oleh penduduk bumi.
Terlalu menyakitkan bila kita masih bertahan pada situasi yang jelas-jelas tak menginginkan keberadaan kita.
Pergi?
Hilang?
Ku pikir itu adalah suatu keputusan yang bijak untuk orang terlanjur kecewa sepertiku.


_kaknun

Selasa, 05 Mei 2020

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 12 Satu Sore Bersamamu






12 Ramadan 1441 H

Dari riburan harap yang kupinta kepada Tuhan, salah satunya ialah aku ingin kembali menikmati satu sore bersamamu.
Di belakang rumah, kita akan menikmati hari mengabur dengan bersenda gurau.
Kamu yang mendorong ayunanku dengan kecang, dan aku yang berteriak kegirangan.
Tawamu meledak berbaur dengan teriakanku.
Sesekali kamu iseng mendorongnya lebih kuat lagi, sampai-sampai aku menangis histeris.
Hingga bermain ayunan pun berenti, kamu sibuk membujukku agak tidak menangis.
Tapi, sayang sekali.
Aku yang tak terima malah membuatmu semakin kewalahan dengan pura-pura menangis.
Membuatmu rela-rela pergi ke kedai seberang demi membelikanku sebuah es krim yang kupinta tiba-tiba.
Kamu tentu saja tak protes, kenapa?
Ya, karena aku tahu kau sangat menyayangiku bukan?
Apapun yang kupinta kau akan berusaha mengabulkannya.
Seperti saat ini.
Namun, agaknya aku keliru.
Semesta punya rencana lain untuk kita.
Setengah jam aku menanti, kau tak kunjung kembali.
Sedikit cemas, hingga entah kenapa kakiku menuntunku untuk menghapirimu di kedai itu.
Dan, apa yang kulihat?
Es krim mencari berbaur dengan darah yang mengalir, bukan lagi senda gurau kita.
Satu sore bersamamu saat itu entah mengapa perlahan berubah jadi abu.
Suram.
Kabut di mana-mana.
Rupanya, gerimis.
Jatuh membuat aliran sungai di pipi.
Satu soreku bersamamu, kini tinggal harap yang terdekap.





_kaknun

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 11 Bunga di Pagar






11 Ramadan 1441 H

Bila harus memilih, aku seharusnya menjadi bagian atas segala hal yang kamu lakukan.
Bukan menjadi batas.
Aku mungkin hanya sebuah bunga.
Rela tumbuh di pagar batasanmu, tak peduli bahwa sejujurnya aku juga ingin seperti yang lain.
Kau rawat dengan sayang, kau beri pupuk, kau sirami penuh cinta, berderatan rapi dengan pot-pot bersama bunga-bunga lainnya.
Apalah aku?
Hanya sebatas bunga di pagaran.
Hidup dan matiku, tergantung semesta mengirimkan air atau musim yang membuatku layu.
Dedaunnya pun entah berpijak ke mana, turun pasrah mengikuti embusan angin melanglang buana.




_kaknun

Senin, 04 Mei 2020

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 10 Senja dan Secangkir Teh


10 Ramadan 1441 H

Kau tahu?
Salah satu impian terbesarku bersamamu ialah selalu meluangkan waktu menikmati secangkir teh sembari menatap senja di beranda rumah.
Kita berbagi cerita suka dan duka, mengeluarkan keluh kesah kita seharian dan mengobati rindu setelah tanpa kabar dua belas jam.
Aku dengan senang hati mendengarmu, menikmati senja yang masuk di bola mata indahmu dengan bulu mata lentik yang berhasil menghipnotisku.
Setelah itu, giliranmu yang mendengarku bercerita.
Matamu akan menatap tajam mataku, mencari-cari celah dimana letak kebohonganku.
Tapi, tetap saja kau tak akan berhasil.
Sebab, garis lengkung yang tercipta di bibirku sempurna membuatmu lupa niat awalmu.
Tak lama setelah itu, gema tawa terdengar di antara kita berdua.
Kamu dengan sayang mengusap puncak kepalaku, yang perlahan menyandarkannya di bidang dadamu.
Kita, senja, dan secangkir teh.
Aku ingin menikmatinya tanpa harus berjeda.
Tidak seperti saat ini.
Menyaksikan goresan jingga, hanya bersama fotomu yang berhasil kuabadikan sebelum kau benar-benar menjadi bayangan.




_kaknun

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 9 Rindu

9 Ramadan 1441 H
Tiap pagi, aku selalu menatap jendela kamarku.
Berharap hembusan angin menerpaku dan membawakan pesan darimu.
Atau kicauan burung yang bertengger di ranting pohon, mengabarkan kabar darimu entah berada di mana.
Selalu aku harapkan.
Setiap pagi, setiap bangun tidurku.
Namun nyatanya, hingga bumi telah berevolusi.
Aku tak pernah mendapat pesan atau kabar apapun.
Waktu yang terus berjalan perlahan menyadarkanku.
Bahwa sesungguhnya, hanya aku yang berharap, hanya aku yang rindu.
Sementara kamu?
Tidak sama sekali. :(





_kaknun

30 Hari Bercerita #SpesialRamadan - Episode 8 Ombak?

 
8 Ramadan 1441 H
 
Ombak?
Kalian semua pasti pernah liat ombak kan? Entah itu langsung atau cuma nyaksiin di TV.
Bagiku, ombak itu ibarat sebuah perjalanan.
Di mana dalam sebuah ombak akan menemukan batu karang atau perahu nelayan.
Namun, apapun itu ia akan tetap berakhir di pelukan pesisir pantai.
Sama seperti sebuah perjalanan akan menemukan banyak hal, jatuh dan bangun menghadapi rintangan tersebut.
Suatu saat akan kembali ke tempat pulang yang sesungguhnya. :)




_kaknun