Berbicara tentang Patah Hati, hampir sebagian besar di dunia ini pernah ngerasain yang namanya Patah Hati. Patah hati awalnya berawal dari cinta yang ujungnya menyisakan luka di hati. Eaaaa. Gak bisa dipungkiri bahwa umat manusia pernah jatuh cinta. Dan jatuh cinta inilah awal mula dari Patah Hati. Hehehehe. Ada banyak definisi tentang Patah Hati bahkan sampai jutaan. Ya, tergantung dari sisi mana kita memaknai hal tersebut.
Jika Patah Hati pada umumnya bermakna putus cinta. Lantas bagaimanakah Patah Hati menurut buku yang satu ini? Buku pertama yang berhasil aku hadirkan di dunia Sastra. Buku yang membahas sebagian besar perihal Patah Hati dari berbagai sudut pandang.
Jika kalian penasaran, jomlah segera miliki bukunya!
Judul : Definisi Patah
Hati
Penulis : Sri Wahyuni
Penerbit : Alra Media
Pemesanan : 082333804036
Tinggalkan Jejak dalam Goresanmu, agar yang melihat atau menemukan dapat membacanya. Dirimu hilang tak sia-sia.
Senin, 10 Juni 2019
Sabtu, 08 Juni 2019
Tentang Jarak yang Menjaga
Jangan
ada lagi kata peduli di antara kita. Kau, aku, adalah dua orang asing yang tak
akan pernah bersama. Bukan seperti air dan minyak, meski berbeda namun
berdampingan. Tapi, layaknya langit dan bumi. Ia ada, namun tak di takdirkan
untuk menyatu. Kenapa?
Karena
jika keduanya menyatu, maka takkan ada kehidupan lagi di dunia ini.
Aku
salah,
Kenapa
aku menaruh harap pada seorang Langit, sedang aku adalah Bumi. Jarak yang
membentang jauh, adalah jawaban jika kita adalah dua hal yang berbeda.
Menatapmu saja, aku tak sanggup. Kau jauh dari jangkaunku.
Terlebih
untuk menghampirimu.
Ya,
Aku
sadar, itu adalah kesalahan terbodohku.
Maka,
izinkanlah aku untuk tetap menjadi Bumi yang menjaga jarak kepada Langit. Agar
kehidupan di dunia berjalan dengan baik. Meski ada sedikit ego untuk berharap
pada Langit. Namun akhirnya, semua harus pengorbanan. Ya, lihatlah aku.
Bumi.
Yang
rela memendam harap pada Langit, demi sebuah kehidupan baru.
~Nii
~Nii
Jumat, 07 Juni 2019
Perihal Ucapan
Ahad, 8 Juni 2003
Waktu di mana kesendirianku akan berakhir. Karena saat itulah Tuhan menghadirkanku seorang adik dengan rambut ikal lebat nan imut.
Dan..
Sabtu, 8 Juni 2019
Kita kembali mengulang tanggal itu, namun kini telah berbeda setelah mengalami perputaran waktu 16 tahun lamanya.
Tak terasa sosok adik yang dihadirkan Tuhan kini telah beranjak remaja, meninggalkan masa kekanak-kanakannya.
Jujur saja,
Aku bukanlah Kakak yang baik, bukan pula seorang Kakak yang perhatian. Namun, satu harapanku dimomen berhargamu ini ialah tetaplah menjadi sosok yang membanggakan. Buatlah orang terdekatmu bangga!
Tetap istiqomah dalam proses hijrahmu, hingga engkau benar-benar menggapai Cinta-Nya yang selama ini kau cari.
Selamat mengarungi kehidupan dengan umur yang berbeda!
Ingatlah! Selalu ada orang-orang yang mendukungmu dari belakang. :)
~Nii
Langganan:
Komentar (Atom)

