Senin, 27 Mei 2019

Taaruf dalam Doa



Mengeja namamu dalam DOA adalah kebiasaan yang tak dapat kucegah
Memintamu pada Tuhan adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan
Kita berjarak, ada ratusan atau bahkan ribuan kilometer pemisah diantara kita
Aku tak peduli
Nyatanya, aku masih senang dengan DOAku
Aku masih senang bercerita kepada Tuhan perihal dirimu
Tentang dikau yang sedang dalam pengembaraan
Tentang dikau yang kukagumi dengan sungguh
Tentang dikau yang sampai saat ini masih enggan untuk mengetuk pintu rumahku
Apa kau malu, Wahai Sang Musafir?
Apa kau masih tak percaya dengan diriku?
Masih tak percaya bila selama ini, akulah sosok wanita yang terang-terangan memintamu pada Tuhan?
Ah!
Tidak apa
Mungkin kau masih butuh waktu untuk meyakini hatimu
Suatu saat kau akan percaya, Tuan
Suatu saat kau akan mengetuk pintu itu
Dan, biarlah DOA itu yang menuntunmu kemari
Entah kapan, aku tak tahu
Namun aku selalu percaya, Tuhan tak pernah membuatku kecewa
Sebab sesungguhnya kita sudahlah saling mengenal
Bermula saat kau dan aku melangitkan DOA yang sama
Yaitu memohon pasangan yang terbaik hingga Jannah-Nya


~Nii

Palekoreng, 28 Mei 2019
06.14 WITA