Sabtu, 27 April 2019

Perihal Jingga

Kala senja mengabarkan tentang kepergian
Aku bisa apa?
Menatapnya penuh pengharapan
Menikmati goresan jingga yang menenggelamkan diri dalam balutan petang
Hai Sang Pemilik Takdir!
Akankah ia datang?
Membawa segenggam kekuatan
Untukku yang tengah bertahan
Dalam balutan doa yang penuh rintihan
Hingga kupercaya
Buah kesabaran tak pernah berkhianat


~Nii


Palekoreng, 30 April 2019

Kamis, 25 April 2019

Mencintaimu dengan Sederhana


Jika ada yang mencintaimu sedalam lautan, itu bukan aku
Jika ada yang menyayangimu sebesar dunia, percayalah itu bukan aku
Jika ada yang mengagumimu seluas langit di angkasa, percayalah itu juga bukan aku

Kenapa?

Sedalam-dalamnya lautan, ada kala ia akan surut
Sebesar apapun dunia, suatu saat akan hancur
Pun dengan langit, ada saatnya ia akan runtuh

Mencintai bukan seberapa dalam, besar atau luas, namun seberapa lama engkau bertahan dengan apa yang engkau cintai.
Seberapa yakin engkau meneguhkan hatimu pada sosok yang kamu pilih.

Sederhananya, mencintai perihal penerimaan. Menerima kekurangan pun dengan kelebihan masing-masing. Mencintai itu perihal kerelaan, keikhlasan. Pun dengan aku, yang mencintaimu dengan hijaunya padi di pagi hari. Meski aku tahu, suatu saat ia akan menguning demi sebuah penghidupan di masa depan.



-Nii



Palekoreng, 25 April 2019
21.04 WITA