Kita adalah dua orang asing yang dipertemukan secara tidak sengaja yang disebut 'takdir'. Engkau hadir dalam hidupku, mengubah alur prosaku.Aku tak pernah memintamu untuk hadir, begitu pun dengan dikau tak pernah meminta untuk hadir dalam prosaku. Bagaimana pun kita hanyalah dua orang asing dengan jalan takdir masing-masing, sempat bersinggungan namun tetap pada jalurnya. Menjalani prosa masing-masing.
Dan, bodohnya aku.
Ku pikir, engkau adalah lawan mainku. Pada prosa yang ku jalani sebagai tokoh utama, nyatanya kau hanyalah sebuah figuran. Tak banyak yang ku cerita perihal dikau, karena kau hadir dengan perkenalan lepas itu hilang.
Aku yang menyadari hal itu pun tak memaksamu untuk tetap menjadi lawan mainku, bukan? Bagaimana pun engkau punya kisah lain. Dan..
Kau telah memilih lawan mainmu sendiri. Itu bukan aku!
