Minggu, 27 Mei 2018

Saya Bangga Kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia


Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional negara Indonesia. Kita sebagai warga negara Republik Indonesia dituntut untuk memahami Bahasa Indonesia, minimal pandai berbicara bahasa Indonesia. Itu membuat, sebagian orang menganggap Bahasa Indonesia itu gampang. Namun, tahukah kalian? Bahasa Indonesia tak semudah ucap kata saja. Ada banyak hal yang harus kita perhatikan dalam menggunakan Bahasa Indonesia, khususnya dari segi penulisan dan pengucapan. Saya yakin, lebih dari 50% warga Indonesia salah dalam pengucapan dan penulisan kata.

Jangan kalian beranggapan, bahwa masuk pada jurusan ini adalah hal mudah karena tidak akan bertemu dengan matematika. Jika kalian beranggapan hal demikian, berarti kalian salah besar. Justru di jurusan ini pun kalian akan bersua kembali dengan matematika bahasa. Ya, itu adalah Morfologi. Dimana, pada mata kuliah ini kalian belajar tentang asal muasal kata itu diciptakan. Kalian sadar gak? Setiap kata yang kalian ucap itu telah melewati beberapa tahap proses pembentukan kata sehingga menjadi sebuah kata yang baik diucapkan.

Masih mending matematika sewajarnya hanya menggunakan angka dan tiga huruf saja yaitu x, y, z. Pada mata kuliah Morofologi, yang kalian tambah dan hilangkan adalah fonem dan kata. Namun sesulit apapun, saya tetap bangga dengan jurusan yang telah saya pilih. Setidaknya dengan modal bahasa, saya dapat bekerja dimana saja. Bisa jadi presenter karena skill berbicara, bisa menjadi penulis karena skill menulis, bisa jadi protokol karena skill membaca, atau wartawan karena skill menyimak dari narasumber. Berbanggalah kalian yang memilih untuk memilih kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Karena setiap lapangan kerja membutuhkan keterampilan berbahasa.

Tahukah kalian, orang yang memilih untuk masuk jurusan ini adalah orang yang mencintai negaranya sendiri. Karena, Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan negara Republik Indonesia. Kemana pun kalian berkelana di bumi pertiwi ini, kalian pasti akan menggunakan bahasa tercinta kita. Bahasa Indonesia.

Ehh..
Ngomong-ngomong, kalian yang memilih untuk masuk jurusan ini adalah sosok yang pandai memuji dan romantis. Karena telah belajar untuk merangkai kata-kata melalui puisi. Serta sosok yang pandai menyembunyikan kelemahan dan kesedihannya karena belajar sandiwara pada mata kuliah Drama.

Berbanggalah Kalian..

Kalian adalah orang-orang hebat..

Cukup informasi dari saya.

Salam Sahabat Pena :)

Kamis, 11 Januari 2018

Sebatas Hadir Lantas Pergi

Apa aku masih pantas aku bercerita tentang dia? Bukankah ini sudah terlalu lama? Harusnya ia sudah terkubur ditengah tumpukann harianku yang usang? Kenapa sampai saat ini, namanya masih menjadi hal utama untuk ku tulis dalam lembaran rahasiaku? Begitu spesialnya kah dirinya?

Ya, aku harap begitu.

Entah ini sebuah jebakan, permainan, atau sandiwara. Saat aku benar-benar lelah dengannya. Entah kenapa, ia hadir kembali. Dengan status tak sengaja ku upload, ia hadir dengan kehangatannya yang telah lama aku rindukan.

Senyumku tiba-tiba merekah.
Apakah dia memang takdirku?

Ah!!
Aku tak boleh mengambil kesimpulan secepat itu. Terkadang sosok yang hadir hanya menjadi pelengkap kisah, bukan bagian akhir kisah. Karena itu, aku tak harus berharap terlalu dalam padanya. Aku takut akan sakit hati yang dapat memperlambat perjalanan kisahku.

Biarlah seperti ini.

Semua akan baik-baik saja.

Percayalah.






#Nii