Selasa, 10 Oktober 2017

Teruntuk Hati yang Terlanjur Patah by Sri Wahyuni

Teruntuk Hati yang Terlanjur Patah..

Betapa hebatnya engkau..
Bertahan dalam sebuah kisah yang pada akhirnya pun kau tahu, kau akan menjadi seseorang yang tersakiti. Menunggu dalam sebuah ketidakpastian selama bertahun-tahun, dan kau dapat hanyalah sebuah harapan yang sia-sia.

Kau hebat..
Cintamu kuat..
Membiarkan hatimu terpaut dalam sebuah titik yang tak pernah menoleh padamu. Membiarkan sepenggal doamu menyebut sebuah nama yang tak ditakdirkan untukmu..

Kau menjaganya dalam diam..
Menjaganya lewat doa-doa yang kau lantunkan disetiap sepertiga malammu..
Lewat angin rindu,
Kau menyapanya..
Sebuah nama..
Yang kau harapkan akan menjadi sebuah masa depan yang indah, dalam sebuah ikatan suci nan halal.. :)

Kamu begitu kuat pendirian..
Meski dengan segala cerita yang mengusik telingamu..
Kau tetap bertahan..
Mempertahankan sosok pangeran itu..

Kau begitu baik..
Meski dengan terluka pun..
Kau tetap berdoa yang terbaik untuknya..
Membiarkan sebuah nama yang kau jaga itu beralih pada sosok yang bukan dirimu..
Kau tetap terseyum mendengar kabar baik itu, meski pada kenyataannya kabar itu adalah kabar yang buruk untukmu..
Kau menyembunyikan sebuah kesakitan didalam hatimu lewat senyum palsu yang kau perankan itu. Kau sangat pandai bersandirawa. Namun, tak semuanya dapat kau perankan dengan sempurna. Tergambar jelas dalam senyum palsumu itu, kau tak bahagia mendengar kabar itu. Kau menangis dalam hati, kau merintih dalam diam. Hati mu patah, harapanmu hancur, dan penantianmu selama bertahun-tahun hanyalah sebuah kisah yang tak usai. Takdir menamatkannya secara sepihak, tanpa menunggu persetujuan darimu.

Namun..,
Kau bukanlah seorang yang lemah..
Bukan sosok yang selalu mengutuk takdir..
Kau melepaskannya dengan jiwa yang ikhlas..
Kau merelakannya dengan mendekatkan diri padaNya..
Lewat keistiqomahan mu itu..
Hatimu yang terlanjur patah, kini perlahan sembuh meski masih meninggalkan bekas..
Hingga akhirnya kamu sadar..
Kau telah menaruh harap pada sosok yang salah.
Kau pun percaya..
Bahwa pemilik hatimu adalah sosok yang akan memperjuangkanmu.. Entah siapa dia, namun takdir telah menuliskannya di Lauhul Mahfudz dan akan mempertemukanmu dengan cara yang indah dan dengan versi Allah...


#SalamSahabatPena :)

Kepingan Luka by Sri Wahyuni

Kepingan luka bertebaran dihamparan hati yang rapuh
Aku tak peduli
Langkahku kian melambat
Bukan,
Bukannya aku tak ingin lari,
Aku hanya ingin membiarkan raga ini berdamai dengan luka,
Dengan cara itu,
Semua akan terasa baik-baik saja,
Baik-baik saja,
dan baik-baik saja..
Tiada yang tahu,
Bahwa selama ini..,
Aku adalah aktor yang handal
Pandai bersandiwara demi kesakitan yang tiada habisnya

Heeii..,
Aku bukan orang kuat..
Bukan pula seorang yang sok tegar,
Aku hanya ingin berdamai dengan luka
Bercengkraman dengan luka
dan menikmati setiap luka yang hadir dalam hati yang rapuh..

Hingga..
Di suatu hari nanti,
Luka ini benar-benar lelah hidup dalam raga yang terlanjur mati..

Senin, 09 Oktober 2017

Sepenggal Kisah yang Belum Usai by Sri Wahyuni

aku tak peduli..
ada atau tidaknya orang mengunjungi postingan ini..
aku hanya ingi mencurahkan segala keluh kesahku yang tak dapat ku pendam sendiri, hanya dengan menulis..
beban itu..
yaa..,
beban itu, perlahan akan berkurang..
walau tak sepenuhnya hilang,
diatas sebuah lembaran kertas yang masih terlihat bersih,
ku toreskan tintah kehidupan yang teramat menyakitkan..
kau tahu??
aku adalah seorang pengelana luka..
menjelajahi setiap kesakitan yang bertebaran dimuka bumi ini..
menikmati setiap perih yang telah membekas pada hati yang rapuh..
hati yang hancur dengan kisah yang..
ahhh..
meski dengan mengingat memori itupun,
mata ini tak dapat membendung hujan yang kian gerimis,
memori yang menghancurkan mimpiku,
memori yang telah merenggut separuh kisahku,
memori yang telah melulantahkan hatiku,
tak dapat dipungkiri,
akulah peran utama dalam dongen yang tak akan pernah usai..
karna sepenggal kisahku yang tak dapat menjadi sebuah kisah yang sempurna..
membuatku mengerti,
bahwa hidup bukan untuk menikmati bahagia,
karna sepenggal kisah inilah,
aku menjadi seseorang yang mandiri, tanpa mengharapkan belas kasih sayang yang seharusnya menjadi hakku,
menjadi seseorang yang tahan banting, seseorang yang kuat mental, dan seseorang yang berjalan diantara kepingan kaca yang berserakah itu..,
berdarah-darah aku menyelusurinya..
demi sebuah kisah yang terpenggal..
sebuah kisah yang tak dapat selesai..
sebuah kisah..
yang akan menjadi sebuah tanda tanya dimasa depan..
siapakah yang mencuri sepenggal kisahku??
dia adalah orang terdekatku..

orang yang berarti dihidupku,
orang yang dengan keegoisannya menamatkan kisah yang seharusnya menjadi kisah yang sempurna,
kenapa harus berakhir??
bukankah,
hidupku,
masih berlanjut..,
masih mengharapkan kisah itu..
dan masih menjadi peran didalam kisah yang..


Aku benciiiiiiiiiiiii.................
dadaku meringis kesakitan..,
kenapa aku harus menjadi peran dalam sebuah kisah BROKEN HOME?????? :( :(

Minggu, 08 Oktober 2017

Mama, Izinkan aku.... by Sri Wahyuni

Mama..
Aku tahu, mama adalah malaikat tanpa sayap yang dikirimkan Tuhan untuk menemani dan melindungi aku di dunia
Mama adalah sosok perempuan tangguh yang tahan banting setiap beban hidup yang kian menghadang
Mama adalah sosok perempuan yang rela meringis kesakitan demi kebahagiaan putri kecilnya..

Tapi..,
Tahukah engkau wahai malaikatku??
Ada sebuah peran yang hilang dari dongen kita
Aku tak tahu,
Apakah mama tahu, ataukah pura-pura tak tahu..
Aku hanya ingin mama mengerti bahwa,
Aku merindukan tokoh yang memerankan peran itu..

Aku merindukannya Ma,

Mama..,
Kenapa mama menamatkan dongen itu??
Bukankah mama tahu,
Kisahku,kisah mama, dan kisah kita belum berakhir..
Masih banyak alur cerita yang belum kita lewati..
Aku ingin,
Menyusuri alur-alur kisah kita dengan lengkap, Ma..

Aku ingin,
Seperti halnya yang lain,
Menamatkan kisah dengan lengkap dan bahagia..
Bukan aku tak menyukai keadaan ini..

Hanya saja..,
Aku ingin,
Mama..mengerti..
Bahwa, aku merindukan tokoh itu..
Aku ingin, tokoh itu hadir melengkapi kisah kita..
Menjadi sebuah kisah yang sempurna..
Hingga kisah ini berakhir dengan semestinya..

Mama...
Izinkan aku....